Foto: Gubernur Papua Matius D. Fakhiri saat membuka RUPS Tahunan Bank Papua Tahun Buku 2025 di Kota Jayapura, Jumat (27/3/2026).(Ist)
JAYAPURA, Klikjo.id – Gubernur Papua Matius D Fakhiri, mendorong Bank Papua tumbuh kuat, adaptif, dan mampu menjadi “regional champion”.
Ini disampaikan Gubernur saat RUPS Tahunan PT Bank Pembangunan Daerah Papua Tahun Buku 2025 di Kota Jayapura, Jumat (27/3/2026).
Namun demikian, Fakhiri menegaskan bahwa RUPS bukan sekadar agenda rutin. Sebaliknya, forum ini menjadi momentum strategis menentukan masa depan Bank Papua.
“Hari ini kita tidak sekadar membahas laporan keuangan, tetapi menentukan arah masa depan Bank Papua,” tegasnya.
Menurut Fakhiri, Bank Papua memiliki peran penting sebagai simbol kedaulatan ekonomi daerah. Oleh karena itu, penguatan kelembagaan menjadi hal mutlak agar mampu bersaing di tingkat regional.
“Bank Papua bukan hanya milik pemerintah daerah, melainkan simbol kedaulatan ekonomi Tanah Papua. Karena itu, harus tumbuh kuat dan menjadi regional champion,” ujarnya.
Sementara itu, berdasarkan penilaian Otoritas Jasa Keuangan, Bank Papua berada pada tingkat kesehatan komposit II atau kategori sehat.
Meski begitu, capaian tersebut dinilai belum cukup untuk mendorong peningkatan kelas bank.
“Namun harus diakui bersama, capaian ini belum cukup untuk membawa Bank Papua naik kelas,” katanya.
Kredit Produktif dan UMKM
Lebih lanjut, Fakhiri menyoroti rendahnya porsi kredit produktif. Padahal, sektor tersebut krusial untuk mendorong ekonomi riil, khususnya pelaku UMKM di Papua.
Selain itu, ia menekankan pentingnya transformasi digital, memperkuat sistem pembayaran yang sebelumnya sempat terdampak gangguan layanan QRIS.
Karena itu, penguatan infrastruktur teknologi informasi dan peningkatan kualitas sistem menjadi prioritas utama.
Sebagai langkah konkret, Fakhiri memaparkan lima strategi utama yang harus dijalankan Bank Papua ke depan.
Pertama, penguatan modal, percepatan transformasi digital,
peningkatan likuiditas, penguatan kredit produktif, khususnya UMKM. Kemudian, investasi SDM Orang Asli Papua.
Di sisi lain, ia menegaskan semua transaksi pemerintah daerah harus melalui Bank Papua agar perputaran dana tetap berada dalam wilayah Papua.
“Transaksi pemerintah daerah harus melalui Bank Papua. Jangan uang daerah berputar di luar Papua,” tegasnya.
Fakhiri juga menekankan bahwa Bank Papua tidak hanya berfungsi sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai instrumen pembangunan yang berpihak pada ekonomi kerakyatan.
Selain itu, ia meminta direksi dan manajemen meningkatkan kualitas tata kelola, memperkuat manajemen risiko, serta mempercepat transformasi digital.
Tak hanya itu, ia juga menyinggung arahan Prabowo Subianto terkait efisiensi anggaran.
“Kurangi belanja tidak produktif, fokus pada yang berdampak, dan pastikan setiap rupiah memberi manfaat bagi masyarakat Papua,” ujarnya.
Pada akhirnya, Fakhiri optimistis Bank Papua mampu menjadi kekuatan ekonomi utama di wilayah Papua, asalkan seluruh elemen bekerja secara sinergis.
“Ketika direksi kuat dalam eksekusi, komisaris tegas dalam pengawasan, dan pemegang saham konsisten, maka Bank Papua akan tampil sebagai kekuatan ekonomi Papua,” tandasnya.(ARS)

Tinggalkan Balasan