Sebanyak 11 unit mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Kota Manado dan satu unit Armored Water Cannon (AWC) Polda Sulut dikerahkan untuk memadamkan api. Selain itu, delapan unit ambulans, termasuk dari Bid Dokkes Polda Sulut dan RS Bhayangkara Manado, disiagakan untuk mengantisipasi evakuasi korban.
Setelah api berhasil dipadamkan, polisi langsung memasang garis polisi dan mensterilkan area terdampak. Aliran listrik di lokasi juga diputus untuk mencegah terjadinya korsleting susulan.
Kapolresta Manado menegaskan, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Tim Laboratorium Forensik (Labfor) dan Inafis Polda Sulut akan melakukan olah tempat kejadian perkara setelah kondisi bangunan dinyatakan aman.
“Kami akan melakukan penyelidikan secara menyeluruh untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran. Olah TKP akan dilakukan bersama tim Labfor dan Inafis begitu lokasi benar-benar aman,” katanya.
Personel Samapta dan Brimob Polda Sulut juga disiagakan di sejumlah titik di kawasan Megamas untuk mengantisipasi kemacetan dan mencegah potensi tindak kriminal, termasuk penjarahan terhadap aset toko.
Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati lokasi kebakaran serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
“Kami meminta masyarakat tetap tenang dan menyerahkan penanganan kejadian ini kepada pihak kepolisian dan tim terkait,” ujar Kapolresta.
Hingga kini, total kerugian materiil akibat kebakaran masih dalam proses pendataan oleh manajemen Mega Mall Manado dan pihak kepolisian. (HEN)

Tinggalkan Balasan