TOMOHON,KLIKJO.ID- Pemkot Tomohon segera memiliki Staf Khusus (Stafsus) Walikota. Demikian kabar yang mencuat kini dan tengah menjadi pembicaraan serius sejumlah kalangan. Fokus tanggapan lebih ke soal perekrutan dan pengangkatan personilnya yang harus dilakukan secara transparan.
“Tak masalah jika ada staf khusus di Pemkot Tomohon. Tapi jangan sampai personil-personilnya tidak berkualitas atau memiliki SDM abal-abal,” tukas Billy Wowor, aktivis di Kota Tomohon, Rabu (12/08/2021).
Menurut Billy, kehadiran staf khusus boleh dikata tak wajib karena tak masuk dalam struktur organisasi di Pemkot Tomohon.
“Tapi itu tergantung Walikota Caroll Senduk dan Wakil Walikota Wenny Lumentut mo hadirkan atau tidak. Dan sah-saja jika mo dihadirkan, jelas beban kerja mereka (Caroll dan Wenny) dalam upaya memajukan pembangunan segala bidang di Kota Tomohon akan jadi lebih ringan,” jelasnya.
Lelaki yang getol mengkritisi masalah baik di bidang kesehatan, termasuk kebijakan pemerintah yang tak pro rakyat ini meminta kepada Walikota Caroll Senduk dan Wakil Walikota Wenny Lumentut, jika melakukan perekrutan dan pengangkatan personil staf khusus harus secara jelas dan transparan, jangan hanya main tunjuk karena ada unsur balas jasa.
“Baiknya dilakukan uji dan seleksi secara ketat. Sepert uji publik dulu calon-calon staf khusus oleh masyarakat. Karena masyarakat perlu tahu siapa-siapa saja mereka dan track record masing-masing,” tandas warga Kelurahan Talete I, Kecamatan Tomohon Tengah ini.
Di tempat terpisah, Gery Pang, pemerhati pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan Kota Tomohon, turut menanggapi perekrutan staf khusus.
“Pemkot Tomohon harus terbuka dalam perekrutan termasuk bidang-bidang kerjanya. Ingat! tugas staf khusus tak lain adalah memberikan saran, pendapat, masukan dan pertimbangan berdasarkan pengamatan, analisa dan kajian dalam perumusan kebijakan, dan pemecahan masalah. Maka dari itu, untuk mendapat staf khusus yang benar-benar berkualitas harus ada tahapan seleksi. Silahkan pemkot membuat tahapan seperti apa. Kalau tidak demikian maka akan mengecewakan. Pemerintahan CSWL (Caroll Senduk dan Wenny Lumentut) pasti mendapat cercaan. Jadi, jangan membeli Tusa (Kucing) dalam karung. Ibaratnya begitu,” tuturnya.
Gery pun menduga, CSWL sudah menentukan siapa-siapa saja yang akan masuk di staf khusus dan tinggal mengagendakan jadwal pelantikan.
Lebih lanjut, Gery menyentil honor staf khusus yakni memakai uang rakyat. “Uangnya ambil dari mana? Pastilah dari APBD,” kuncinya.
Sementara itu, Pemkot Tomohon melalui Sekda, Edwin Roring ketika dikonfirmasi melalui telepon selular, mengaku belum mengetahuinya.
“Qt belum tau noh (saya belum tahu) kalau ada perekrutan staf khusus. Coba tanyakan ke Pak Walikota. Nanti besok saya akan konfirmasi ke atasan soal ini,” ucapnya singkat.(jkr)