Foto: Direktur Perseroda Jayapura, Entis Sutisna, menunjukkan dokumen LKPJ Pemkot Jayapura dan Pemkab Jayapura usai RUPS.(ARS)

JAYAPURA, Klikjo.id — Laba Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Air Minum Robongholo Nanwani Jayapura (Perseroda) Jayapura naik.

Bahkan,  sepanjang tahun buku 2025 laba menunjukkan tren kenikan dari tahun sebelumnya.

Bukan itu saja, BUMD Perseroda membukukan laba Rp2,8 miliar, naik Rp200 juta dari tahun 2024 sekira Rp2,6 miliar.

Menurut Direktur Utama Entis Sutisna, peningkatan pendapatan itu,  melalui efisiensi operasional serta penguatan manajemen perusahaan.

Namun demikian, perusahaan tetap  membayar pajak sekitar Rp200 juta.

Karena itu, dividen  kepada pemegang saham menjadi Rp2,6 miliar, masing – masing  Pemerintah Kota Jayapura dan Pemerintah Kabupaten Jayapura.

“Pembagian keuntungan sesuai regulasi akta pendirian dan Peraturan Daerah,” ujar Entis usai RUPS  di Jayapura, Kamis (12/3/2026).

Menurutnya, pembagian dividen  proporsi berdasarkan penyertaan modal dari masing-masing pemerintah daerah.

Jika komposisinya sama seperti tahun sebelumnya, maka pembagian dividen dihitung dari laba bersih Rp2,6 miliar.

Karena itu, Pemkab Jayapura menerima porsi lebih besar sesuai proporsi modalnya. Sementara itu, Pemkot Jayapura memperoleh bagian lebih kecil.

Kontribusi PAD Tetap Mengalir

Di sisi lain, perusahaan juga  berkontribusi pada Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Sementara itu,  tahun sebelumnya, perusahaan menyetor sekitar Rp700 juta kepada Pemkot Jayapura.

Kemudian, Rp744 juta  ke Pemkab Jayapura. Dengan demikian, ada selisih sekitar Rp44 juta antara kedua daerah.

Meski demikian, Entis mengakui tantangan perusahaan masih cukup besar. Sebab, tingkat pembayaran rekening air masyarakat belum maksimal.

“Hanya sekitar 65 persen pelanggan yang rutin membayar rekening air,” ujarnya lagi.

Namun demikian, melalui efisiensi, perusahaan  mampu meningkatkan laba.

Selain  itu RUPS juga, mengevaluasi laporan pertanggungjawaban direksi tahun buku 2025 serta komposisi modal perusahaan per 31 Desember 2025.

Dalam forum tersebut,  direksi menyerahkan laporan  kepada pemegang saham, meski ada beberapa catatan strategis.

Di antaranya menekan angka kebocoran air, meningkatkan laba perusahaan, mengurangi piutang rekening pelanggan.

Juga, memperkuat sistem penagihan, serta memperluas akses layanan air bersih bagi masyarakat.

“Pemda menerima laporan pertanggungjawaban direksi  2025 dengan catatan penting untuk perbaikan kinerja ke depan,” kata Entis.

Sementara itu, Wali Kota Abisai Rollo menegaskan bahwa persoalan air bersih merupakan kebutuhan vital masyarakat.

Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran membayar rekening air tepat waktu.

“Persoalan air ini bisa dibilang ngeri-ngeri sedap. Namun yang pasti, air adalah kebutuhan utama masyarakat,” ujar Abisai.

Selain itu, ia menekankan bahwa pembayaran rekening air yang disiplin akan membantu perusahaan tetap eksis.

“Jika membayar tepat waktu, perusahaan memberikan pelayanan maksimal,” ujarnya lagi.

Sambil menambahkan pegawai juga dapat menerima gaji yang layak.(ARS)