Foto: Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, saat membuka Konfercab Serentak dan Konferda I GAMKI Papua Tengah 2026 di Nabire.(Ist)

NABIRE, Klikjo.id –Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, membuka Konfercab dan Konferda I Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Papua Tengah 2026.

Kegiatan berlangsung di Guest House, Jalan Merdeka, Nabire, pada 9–10 Oktober 2026. Mengusung tema “Pulihkanlah Bangsa Kami” dari Mazmur 80, kegiatan ini mendorong kepemimpinan pemuda Kristen yang transformatif dan inovatif.

Hadir, sejumlah pejabat dan pengurus organisasi , Wakil Ketua I DPR Papua Tengah, Ketua Umum DPP GAMKI, Plt. Ketua DPD GAMKI Papua Tengah, serta para ketua DPC dari berbagai kabupaten.

Wagub Deinas menegaskan bahwa pemuda memiliki peran penting dalam pembangunan daerah. Karena itu, ia mendorong GAMKI mengambil bagian dalam memperkuat persatuan dan kerukunan antarumat beragama.

Menurutnya, GAMKI yang berdiri sejak 1948 memiliki sejarah panjang dalam gerakan kepemudaan Kristen. Oleh sebab itu, organisasi ini perlu berkontribusi nyata dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Deinas juga mengingatkan bahwa pemerintah membutuhkan dukungan berbagai elemen masyarakat, khususnya generasi muda. Dengan demikian, organisasi kepemudaan dapat menjadi mitra strategis dalam mendorong perubahan dan kemajuan Papua Tengah.

“Pemuda-pemudi harus bersatu untuk membangun negeri ini. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan pemuda. Karena itu, organisasi kepemudaan harus mengambil bagian dalam pembangunan Papua Tengah,” pesannya.

Selain itu, Deinas mengajak GAMKI memperkuat komunikasi dan kerja sama dengan organisasi kepemudaan, lembaga keagamaan, serta masyarakat dari berbagai latar belakang.

Ia menegaskan bahwa Papua Tengah merupakan rumah bersama bagi masyarakat yang memiliki keragaman agama dan denominasi gereja. Karena itu, pemuda harus menjadi pelopor toleransi, saling menghormati, dan menjaga kedamaian.

Perbedaan dalam Organisasi Wajar

Menurutnya, perbedaan pandangan dalam organisasi merupakan hal yang wajar. Namun, perbedaan tidak boleh memicu perpecahan, melainkan harus menjadi kekuatan untuk mempererat persaudaraan dan menyatukan langkah.

Dengan semangat kebersamaan, ia berharap pemuda Kristen mampu membangun hubungan harmonis sekaligus berkontribusi bagi kepentingan masyarakat luas.


Bukan itu saja,  Deinas juga mengingatkan generasi muda agar menjauhi konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan dan perilaku seksual berisiko yang dapat berdampak pada kesehatan serta masa depan.

Selanjutnya, mendorong pemuda GAMKI menyampaikan edukasi kepada teman sebaya dan masyarakat mengenai bahaya penyalahgunaan alkohol serta risiko HIV/AIDS.

Menurutnya lagi, generasi muda perlu menjaga kesehatan, menerapkan pola hidup sehat, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik.

Selain itu, pemuda harus berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan generasi Papua.

“Pemuda harus menjadi bagian dari solusi. Mulai dari diri sendiri, keluarga, hingga lingkungan masyarakat, mari bersama-sama menjaga generasi muda Papua agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik,” ujarnya.


Lebih lanjut, Deinas mendorong GAMKI merangkul organisasi kepemudaan dan berbagai denominasi gereja di Papua Tengah.
Harapannya, melalui komunikasi, kegiatan bersama, dan program yang menyentuh masyarakat, pemuda  mampu memperkuat persatuan.

Selain itu, Konfercab Serentak dan Konferda I GAMKI Papua Tengah tidak sekadar menjadi agenda pemilihan kepemimpinan.

Sebaliknya, forum ini harus menjadi momentum pembaruan organisasi, penguatan pelayanan, dan peningkatan pengabdian kepada masyarakat.

Melalui tema “Pulihkanlah Bangsa Kami”, GAMKI Papua Tengah dapat melahirkan pemimpin muda Kristen yang transformatif, inovatif, dan berintegritas.

Dengan demikian, GAMKI dapat menjadi mitra pemerintah dan seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan Papua Tengah yang damai, maju, dan sejahtera.(YM)