Foto : Alumni Lemhannas Tahun 2014 yang juga Ketua HIPMI Kabupaten Jayapura, Nelson Yohosua Ondi

SENTANI, KLIKJO.ID–Alumni Lemhannas Tahun 2014, Nelson Yohosua Ondi meminta Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Polhukam melibatkan organisasi pemuda atau Majelis Rakyat Papua (MRP) masuk menjadi anggota penuh Melanesian Spearhead Group (MSG).

Ini disampaikan untuk merespons pertemuan antar Perdana Menteri  PM Fiji Sitiveni Rabuka dengan Pimpinan Gerakan Persatuan Pembebasan Papua Barat atau United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) Benny Wenda.

“Terkait pemberitaan PM Fiji dukung seruan ULMWP bergabung penuh di MSG yang saat ini lagi ramai diperbincangkan di media. Sebagai tokoh muda, saya minta pemerintah pusat melibatkan teman-teman Papua muda inspiratif maupun MRP agar bisa duduk bersama kedepan dalam pertemuan MSG yang diketuai Vanuatu,” kata Nelson Yohosua Ondi, di Kota Sentani, Kamis, (9/3/2023).

Ditambahkan, harus ada representasi organisasi pemuda atau lembaga kultur yang masuk sebagai anggota penuh MSG.  selama ini, saya lihat ada kecolongan yang terjadi, dimanfaatkan kelompok organisasi sebelah yang ekstrim atau yang bertentangan dengan negara.

“Mereka sudah masuk sampai ke observer atau peninjau (pengamat) dan mereka sekarang lagi gencar-gencarnya melakukan diplomasi atau lobi  politik untuk masuk sebagai anggota penuh (full member) MSG,” bebernya.

Menurutnya belum lama ini pimpinan ULMWP Benny Wenda sudah bertemu  PM Fiji yang baru Sitiveni Rabuka. Pertemuan bisa menggangu stabilitas politik negara khususnya  Papua atau Pasifik dan  perlu antisipasi situasi politik.

“Bagaimana negara berpartisipasi khususnya pemuda Papua maupun lembaga kultur masyarakat asli Papua dalam hal menjalin kerjasama dibidang ekonomi dengan negara-negara Pasifik,” sambung pria yang akrab disapa NYO ini.

Dia mengungkap kelemahan negara,  tidak ada konektivitas. Karena selama ini yang dijalin tidak sampai menyentuh negara di Pasifik. Hubungan  bilateral  perlu  jaga. Sebagai saran, rencana kedatangan Presiden Jokowi di  15 Maret nanti di Kabupaten Jayapura, Kabinda dan pihak keamanan memfasilitasi pertemuan pemuda Papua potensial yang berjiwa nasionalis dengan pak presiden untuk diskusi.

“Beberapa tahun lalu, kita tahu ada Melindo (Melanesia Indonesia) yang sudah sempat masuk di MSG. Namun  tokoh-tokoh eks OPM ini  dipakai diMelindo, j mereka sudah senior dan usia juga ikut mempengaruhi, sehingga kita butuh usia yang muda dan energik, serta bisa melakukan diplomasi politik yang menguntungkan pemerintah Indonesia di wilayah Pasifik,” pungkas pria yang juga Ketua HIPMI Kabupaten Jayapura tersebut.

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri juga telah memprotes Pemerintah Fiji setelah perdana menteri negara pulau Pasifik bertemu dengan seorang pemimpin Papua Benny Wenda. Pertemuan tersebut guna mendapat dorongan moral untuk gerakan kemerdekaan daerah dan dukungan untuk menjadi anggota MSG.(ARS)