Aksi Tim Tarsius Memalukan, Aniaya Warga Pakai Senjata dan Buang Tembakan di Telinga

Berita Utama, Hukrim128 Dilihat

Korban saat di Visum di RS Bhayangkara Manado.

Manado, KLIKJO.ID--Polisi yang harusnya melindungi warga, justru sebaliknya membuat tindakan memalukan. Kali ini terjadi dilakukan Tim Tarsius Polres Bitung. Tindakan brutal tim yang dipimpin Brigadir Angky Koagouw itu menganiaya dan memukul sejumlah warga menggunakan senjata laras panjang. 


Aksi yang memalukan institusi Polri itu terjadi di lahan sengketa antara Jerry Palit dan PT Meares Soputan Mining (MSM). Tanpa basa-basi, anggota Tim Tarsius menempelkan senjata api ke telinga salah satu warga dan langsung menarik platuk.
“Duaarr, Saya kaget sampai telinga saya sakit. Dan ini tidak bisa mendengar,” ujar warga yang ikut menjaga lahan Jerry Palit, saat melapor di Polda Sulut.
“Mereka terang-terangan bela MSM. Tiba-tiba datang memukul membabi-buta. Kami diseret di tanah, diinjak-injak pakai sepatu laras dan dipukul pakai senjata di rusuk dan belakang,” keluh sejumlah warga.

korban saat melapor di Polda Sulut.


Tarsius juga merampas HP warga dan menghapus semua rekaman insiden tersebut. 
“Kami curiga mereka itu orang bayaran MSM. Tapi ternyata aparat yang bukan melindungi rakyat tapi menganiaya rakyat kecil,” tutup mereka.


Pantauan sejumlah media di Polda Sulut, sejumlah korban mengalami luka lebam sekujur tubuh. Beberapa di antara mereka masih trauma dengan kejadian tersebut. 
Para korban Angky Koagouw cs saat ini sedang melapor ke Polda Sulut.
“Saat ini mereka divisum,” tutur pendamping korban di Polda Sulut. 

Kabid Propam Polda Sulut, Kombes Pol Marlien Tawas, membenarkan adanya laporan wargs terkait Tim Tarsius di Lahan Tambang Bitung. “Sedang diproses, mereka baru saja melapor,” tegas Tawas, di Mapolda Sulut.

Diketahui, MSM Perusahaan milik Peter Sondakh mengerahkan ratusan aparat kepolisian untuk menjaga keamanan operasi. Puncaknya, pada Selasa (1/6/2021) malam, MSM menurunkan Timsus Tarsius Polresta Bitung. Di sana terjadi penganiayaan dan pemukulan terhadap pekerja Jerry Palit. Belasan warga kemudian digelandang ke markas polisi. 


MSM ditengara kesulitan membuktikan dokumen yang menjadi dasar exploitasi di lahan yang sedang diklaim Jerry Palit (54) sebagai ahli waris. Dalam beberapa kali upaya pertemuan, MSM tidak mampu membuktikan dasar hukum atau minimal dokumen kepemilikan lahan. 


Penelusuran ke sejumlah saksi dan dokumen yang diterima media, MSM rupanya hanya memegang kopian (fotokopi) Sertifikat Hak Milik (SHM) 204. Menariknya, setelah ditelusuri berdasarkan peta Kementerian Agraria dan Tata Ruang / Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), ternyata MSM salah alamat.
Dokumen itu menunjukan obyek tanah sesuai kopian SHM 204 yang konon dibeli MSM dari Sulce Bongga berada di titik lain. 
Sementara MSM saat ini sedang mengeruk material di lahan Jerry Palit yang memiliki Segel Akta Jual Beli (AJB) sah dan sebagian lokasi SHM 05. 


Jerry Palit bersama tim kuasa hukum dari Kantor Fahmi Awulle & Partners sudah beberapa kali merangsek masuk ke lahan dan mengusir pekerja MSM. Adapun sejumlah alat berat milik MSM dan sub-kontraktor pun langsung memutar haluan, lalu serentak  ‘balapan’ ke luar lahan Jerry Palit. 


Menggandeng kantor hukum Fahmi Awulle & Partners, Jerry Palit maju tidak dengan tangan kosong. Ia mengantongi Segel AJB, Sertifkat Hak Milik (SHM) Nomor 05 dan sesuai alas hak (warkah tanah) di Badan Pertanahan Nasional (BPN) yang sampai detik ini masih tercatat namanya. Lalu bagaimana dengan PT MSM? Perusahaan ini diduga membeli kopian dokumen dari tangan yang tidak berhak. 


“Saya tidak tahu urusan MSM. Sudahlah. MSM salah alamat (titik). Yang jelas, dulu ayah saya membeli dokumen asli dengan obyek di titik ini,” tegas Jerry seraya menunjukan peta dari BPN. 


Bertahun-tahun Jerry menyaksikan lahannya dikeruk tanpa permisi. Ironisnya, saat dia berusaha menduduki seluas 5 hektar lebih, ia malah diusir balik. Persoalan itu pun sedang berproses di Polda Sulawesi Utara. 


“Saya minta Pak Presiden Jokowi, Kapolri dan Menkopolhukam untuk sungguh memberikan perhatian atas tanah rakyat yang dirampas mafia. Kasus yang menimpa saya adalah penyerobotan, pengrusakan lahan, pencurian material. Ini perampasan. SHM dan alas hak atas nama saya ada. Itu sah dan masih tercatat di BPN,” keluh Jerry Palit.


Sementara itu, Ketua Tim Kantor Hukum Fahmi Awulle & Partners, Fahmi Awulle tampak tegas mengatakan PT MSM tidak memiliki itikad baik. 
“Kasus pidana ini sudah bergulir di Polda. Kami berkali-kali menyampaikan kepada pihak perusahaan tapi mereka tidak beritikad baik atas proses hukum yang bergulir. Mereka setiap saat melakukan pengrusakan dan pembongkaran lahan milik klien kami Jerry Palit,” tutur Awulle. 


Direktur Fahmi Awulle & Partners Haris SH mengatakan, pihak kuasa hukum sudah memperingatkan PT MSM.
“Tapi tidak direspon dan masih saja terjadi pembongkaran dan pengrusakan lahan klien kami. Didapati kenyataan hari ini mereka melakukan pembongkaran. Kami menuntut tegas pihak perusahaan agar PT MSM menghormati hak dari pada rakyat. Karena kelihatannya susah jadi rakyat mending jadi pengusaha saja,” ujar Haris. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.