Pekerjaan Jalan Lingkar Desa Bukit Tinggi Terindikasi Sarat Kepentingan, LSM Sebut Proyek Cari Muka Teddy Cs

Minahasa114 Dilihat

Nampak hasil cuttingan untuk proyek peningkatan jalan lingkar Desa Bukit Tinggi. (Foto. Istimewa)

TONDANO,KLIKJO.ID- Proyek peningkatan jalan lingkar Desa Bukit Tinggi, Kecamatan Kakas yang menggunakan dana dari APBD-P Kabupaten Minahasa Tahun 2020 sekira Rp. 3,1 miliar kini menjadi atensi serius kalangan LSM karena terindikasi sarat kepentingan tertentu.
“Banyak keganjilan yang kami dapati. Sebut saja pembukaan jalan baru di Desa Bukit Tinggi yang dimotori beberapa oknum kepala dinas di lingkup Pemkab Minahasa, padahal ada jalan lama yang bisa diperlebar dan ditingkatkan. Juga dalam proses cuttingan pembukaan jalan yang menghabiskan anggaran sekira Rp. 1 miliar kok sumber anggaran bukan dari APBD. Keganjilan lainnya yaitu perjanjian antara instansi terkait dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Minahasa dengan pihak ketiga atau kontraktor dibuat sudah di akhir tahun yaitu bulan Desember 2020, sementara pekerjaan sudah dilakukan sejak 5 bulan sebelumnya. Nah, keganjilan-keganjilan ini memunculkan indikasi sarat kepentingan pada proyek peningkatan jalan lingkar Desa Bukit Tinggi,” tukas Yamin Makuasang, Ketua Investigasi Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara Republik Indonesia (LPPNRI) Sulut, Sabtu (6/11/2021).
Ia mengaku sangat curiga dengan adanya proyek tersebut.
“Diduga maksud utama proyek tersebut agar ada jalan menuju ke Pantai ROR yang di sekitar lokasi ada bangunan milik Bupati Minahasa Royke Oktavianus Roring. Kami beranggapan proyek jalan lingkar tersebut hanya modus untuk kepentingan masyarakat umum tapi dibalik itu ada kepentingan dari beberapa oknum kepala dinas untuk cari muka ke Bupati Minahasa,” sembur Yamin.
Di tempat yang sama, Jonathan Mogonta, Ketua Pelopor Angkatan Muda Indonesia Perjuangan (PAMI-P) Sulut menambahkan, perlu didalami lagi mengapa proyek tersebut muncul di APBD-P Tahun 2020.
“Investigasi kami di lapangan terungkap bahwa pembukaan jalan tersebut atas ide beberapa oknum pejabat esalon II di lingkup Pemkab Minahasa, satu di antaranya Kepala Dinas PUPR yaitu Teddy Lumintang. Sekira bulan Juli 2020 pekerjaan dimulai yaitu cuttingan dengan menggunakan alat berat. Sekira Rp. 1 miliar anggaran habis untuk pekerjaan tersebut tapi bukan dari APBD melainkan pihak ketiga. Kecurigaan kami kenapa nanti di APBD-P Tahun 2020 baru muncul anggaran proyek peningkatan jalan lingkar Desa Bukit Tinggi. Saya sependapat jika ada anggapan bahwa proyek tersebut merupakan proyek cari muka ke Bupati Minahasa,” ujarnya.
Jonathan juga mendapat informasi bahwa ada kepala dinas bolak-balik memberi keterangan di Polda Sulut terkait proyek tersebut.
Sementara itu, Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Minahasa, Teddy Lumintang saat ditemui di ruang kerjanya mengakui kalau proyek ini sempat menjadi atensi Polda Sulut.
“Ya, sempat dipanggil di Polda Sulut dan kami jawab sesuai realita di lapangan. Bahwa memang ada keterlambatan, tapi berdasarkan aturan boleh melewati tahun anggaran,” katanya, Senin (8/11/2021).
Teddy menyebut jika BPK sudah melakukan pemeriksaan terkait proyek tersebut.
“Hasil pemeriksaan BPK, proyek ini sesuai lelang kerja dan tidak ada masalah dari sisi volume. Hanya soal keterlambatan, namun ini juga sudah selesai,” kilahnya.
Soal muncul anggapan pekerjaan jalan lingkar Desa Bukit Tinggi sebagai proyek cari muka, Teddy malah diam dan melemparkan senyum. Sikap yang sama juga ditunjukannya ketika ditanya ide siapa hingga proyek ini dikerjakan.
Teddy pun meminta jangan memandang proyek dari sisi negatif.
“Saya kira lihat dari sisi positifnya saja. Setelah jalan itu dibuka, akses masyarakat makin baik. Warga bisa berkomunikasi dengan baik. Dulu anak-anak harus naik gunung untuk memperoleh signal. Sisi positif lainnya adalah konektifitas jalan menuju Pantai ROR (Royke Octavian Roring) makin baik.
“Kalau dulu warga jalan kaki, sekarang bisa menggunakan kendaraan menuju Pantai ROR,” paparnya.
Teddy tak menampik ada perintisan awal sebelum tanda tangan kontrak karya.
“Hanya saja, pengerjaan awal atau cuttingan itu tidak masuk dalam beban anggaran proyek,” jelasnya.
Adapun proyek pembangunan jalan Desa Bukit Tinggi ini memang mengundang perhatian berbagai kalangan karena konektifitas langsung menuju ke Pantai ROR. (TIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.