JAYAPURA, KLIJO.ID –Sebannyak 2 ribu personil Polisi dan TNI siap mengamankan aksi demo damai yang rencana digelar Koalisi Rakyat Papua pada Selasa (20/9/ 2022.).
Kapolresta Jayapura Kota SKBP Vicktor, Mackbon SH, SIK mengatakan, awalnya Polres menolak memberi izin, namun hal tersebut merupakan hak warga menyampaikan pendapat dimuka umum dan harus dilindungi.
Kapolres mengatakan, tidak pernah menghalangi setiap aksi penyampaian pendapat, untuk itu pihaknya telah duduk bersama para Korlap melalui rapat koordinasi bersama TNI-Polri dan Stakeholder yang dilaksanakan di Polresta Jayapura Kota pagi ini, karena biar bagaimana pun ini tetap hak yang harus dilindungi untuk menyampaikan pendapat di muka umum.
“Sebanyak 2 ribu personel gabungan TNI-Polri dan Stakeholder lain disiapkan untuk melakukan pengamanan dengan menyekat beberapa titik kumpul, dimana mereka tujuannya ke Taman Imbi, sementara lokasi tersebut terbatas untuk jadi titik kumpul massa, jadi telah kami himbau untuk membatasi jumlah massa, guna menjaga ketertiban umum,.
Lebih lanjut kata Kapolresta Long March tidak bisa dilakukan di Kota Jayapura, karena jalur yang ada terbatas, namun bila dikordinir dengan baik pihaknya akan memfasilitasi massa tersebut.
“Untuk rekayasa arus lalulintas nanti melihat perkembangan massa aksi, bila harus dilakukan maka akan diberlakukan pengalihan arus,” ujarnya lagi.
Ia menuturkan, agar masyarakat tidak khawatir dan tetap melakukan aktifitas seperti biasanya, untuk itu pihaknya melakukan pengamanan di lapangan dengan bersinergi bersama TNI dan Stakeholder yang ada.
“Dari pihak Korlap juga telah menyampaikan untuk sepakat tidak mengganggu kelancaran Kamtibmas secara umum dengan tidak ada massa yang dalam pengaruhi minuman keras, tidak membawa senjata tajam dan fokus untuk menyampaikan aspirasi dengan tidak melakukan pelanggaran yang mengganggu kelancaran Kamtibmas, bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan maka sebagai penanggungjawab korlap akan bertanggungjawab,” imbuhnya.(Arifin)

Tinggalkan Balasan