Bela Negara: Sosialisasi Pembinaan Kesadaran Bela Negara bagi Perangkat Desa di Papua, dihadiri Pj. Bupati Jayapura Triwarno Purnomo, Direktur Sumber Daya Pertahanan Dirjen Kekuatan Pertahanan Kemenhan RI, Brigjen TNI Hendi Antariksa, Kapolres AKBP Fredrickus Maclarimboen, Kepala Badan Kesbangpol, Abdul Hamid Toffir dan sejumlah petinggi TNI.(Foto: ARS)
SENTANI, Klikjo.id – Penjabat (Pj) Bupati Jayapura, Triwarno Purnomo, S.STP, M.Si. menghadiri pembukaan sosialisasi Pembinaan Kesadaran Bela Negara yang diikuti Perangkat Desa (Kampung) se-Kabupaten Jayapura. Sosialisasi dilakukan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan Kemenhan di Ballroom Suni Garden Lake Hotel, Hawaii, Kota Sentani, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Selas, (5/9/2023).
Direktur Sumber Daya Pertahanan Direktorat Jenderal (Dirjen) Kekuatan Pertahanan Kemenhan RI, Brigjen TNI Hendi Antariksa mengatakan, komponen masyarakat memiliki kesadaran untuk bela negara, sehingga potensi ancaman yang akan datang bisa ditangkal dengan meningkatnya pengetahuan sumberdaya manusia di Kabupaten Jayapura.
“Harapan kami, sosialisasi ini dapat menanamkan nilai-nilai dasar bela negara dalam diri peserta, juga berperan dalam mensosialisasikan dan menyebarluaskan nilai dasar bela negara, serta mengimplementasikan nilai dasar bela negara secara nyata dalam kehidupan sehari-hari dan mampu berkontribusi lebih baik demi kemajuan bangsa,” ujarnya.
Ditambahkan, bagi perangkat desa (kampung) dapat menjadi agen perubahan, sekaligus role model dalam mengaktualisasikan dan penyebarluaskan nilai-nilai dasar bela negara kepada masyarakat.
Sementara itu, Penjabat (Pj) Bupati Kabupaten Jayapura, Triwarno Purnomo, S.STP., M.Si., mengapresiasi Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Republik Indonesia atas terselenggaranya sosialisasi. Ini sangat penting dalam memberikan pemahaman terhadap peserta pentingnya menjaga kesatuan dan persatuan di tengah masyarakat dan dapat menjadi agen perubahan di tengah masyarakat dalam menjaga dan merawat kebhinekaan.
“Peserta diharapkan mampu hindari gesekan yang terjadi di masyarakat yang berpotensi pada tindakan yang meresahkan bahkan tindak kekerasan.
Dan kepada perangkat kampung untuk menjadi fasilitator yang baik dalam menciptakan keamanan dan ketertiban. Harus menjadi warga negara yang baik, taat hukum dan cinta tanah air itu harga mati,” ujarnya.
Dia menambahkan, masyarakat tingkat distrik maupun kampung mewujudkan situasi keamanan di Kabupaten Jayapura, agar agenda nasional pemilu legislatif maupun pemilihan presiden berjalan baik,” kata mantan Sekretaris DPRD Kabupaten Keerom ini.
Menurutnya lagi, sosialisasi bela negara harus berkesinambungan dalam bentuk apapun, untuk menumbuhkan sikap dan perilaku cinta tanah air. Jadilah warga negara yang benar, bangga terhadap negara dan mempunyai semangat juang, serta rela berkorban untuk bangsa dan nyegara.
“Kepada peserta harus mempunyai hati yang baik dalam menyiapkan masyarakat Kabupaten Jayapura, yang sanggup mengantisipasi gempuran budaya yang tidak sesuai dengan budaya bangsa kita. Dan mengantisipasi ajaran radikal,” tandasnya.(ARS)

Tinggalkan Balasan