“Willem Felle: Laporan Keuangan Harus Transparan dan Partisipatif”

Kunker : Wakil Ketua Komisi A DPRK Jayapura, Willem Felle, Ketua DPRK Jayapura dan sejumlah anggota saat meninjau langsung Kampung Yoboi, Distrik Sentani. (ARS)
JAYAPURA, Klikjo.id – Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Jayapura melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kampung Yoboi, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, guna meninjau pengelolaan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2024–2025.
Kegiatan ini dipimpin Wakil Ketua Komisi A, Willem Felle, didampingi Ketua DPRK Jayapura serta sejumlah anggota Komisi A lainnya. Dalam kunjungan tersebut, rombongan berdialog langsung dengan aparat kampung dan masyarakat guna menggali informasi terkait pengelolaan dana kampung.
“Kami ingin memastikan berapa jumlah dana yang dikelola oleh Kampung Yoboi tahun ini, termasuk Dana Desa, Alokasi Dana Kampung (ADK), hingga Dana Otsus dari Pemerintah Kabupaten Jayapura,” ujar Willem Felle.
Ia juga menekankan pentingnya pelibatan masyarakat, khususnya Badan Musyawarah Kampung (Bamuskam), dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kampung (APBK). “Keterlibatan warga dalam perencanaan anggaran sangat penting agar kebutuhan masyarakat benar-benar terakomodasi,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Willem turut menyoroti polemik penyebutan nama “Kampung Adat”. Menurutnya, hingga saat ini nomenklatur resmi masih menggunakan istilah “Kampung Yoboi” dan belum mengadopsi status sebagai kampung adat.
“Kami menerima aspirasi warga yang menolak penyebutan Kampung Adat. Semua masukan ini akan kami bawa dalam pembahasan di DPRK bersama pihak eksekutif, khususnya Dinas Pemberdayaan Kampung,” tegas Willem.
Kunker ini menjadi bagian dari pengawasan DPRK terhadap pelaporan keuangan pemerintah kampung. Data dan temuan dari lapangan akan disinkronkan dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan dinas terkait untuk perbaikan tata kelola di masa mendatang.(ARS)

Tinggalkan Balasan