
FOTO: Ketua Komisi A DPRK Jayapura, Wihelmus Manggo, saat memimpin pertemuan dengan masyarakat di Kantor Kampung Waiya, Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura.(Ist)
JAYAPURA, Klikjo.id –Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Jayapura melaksanakan kunjungan kerja (kunker) di Kantor Kelurahan Hinekombe, Distrik Sentani, Kantor Kampung Waiya, Distrik Depapre; dan Kantor Distrik Sentani Barat, pada Rabu (24/9/2025), dipimpin langsung Ketua Komisi A DPRK Jayapura, Wihelmus Manggo, didampingi Wakil Ketua Komisi A, Willem Felle, Sekretaris Komisi A, Ferianto Ragalawa.
Turut hadir anggota komisi, Irsandi Lumlumbara, Musa Apaseray, Patrinus R.N. Sorontou, Anthonius Hawase, dan Amos Sumelena. Turut hadir Ketua DPRK Jayapura yang juga anggota Komisi A, Ruddy Bukanaung, bersama staf DPRK Jayapura.

Aspirasi di Kelurahan Hinekombe
Manggo menjelaskan, kunker pertama dilakukan di Kelurahan Hinekombe. Pihaknya menerima aspirasi terkait kebutuhan pemekaran kampung serta fasilitas kantor kelurahan yang dinilai belum memadai.
“Kelurahan Hinekombe ini melayani ribuan masyarakat. Kantornya kecil dan berada di jalan poros kabupaten, sehingga perlu ditata lebih baik, termasuk pembangunan pagar keliling,” kata Manggo.
Menurutnya, pembangunan pagar dan gedung serbaguna akan diusulkan masuk dalam APBD Perubahan agar pelayanan kepada masyarakat lebih nyaman dan aman.
Masalah Lahan di Depapre
Di lokasi kedua, yakni Kampung Waiya Distrik Depapre, Komisi A menemukan masih banyak persoalan, khususnya terkait lahan.
“Masih terjadi klaim kepemilikan tanah antar pihak. Kalau masalah ini tidak selesai, pemerintah daerah akan kesulitan membangun infrastruktur, termasuk sekolah,” ujarnya.
Manggo berharap pemerintah daerah dapat menyelesaikan konflik lahan sebelum memulai pembangunan, sehingga tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.
Kolaborasi di Sentani Barat
Kunker berakhir di Distrik Sentani Barat. Manggo menegaskan pentingnya partisipasi masyarakat dalam mengawasi program pemerintah yang akan dijalankan melalui APBD Perubahan.
“Kami mengajak masyarakat ikut mengawal agar program yang direncanakan benar-benar bermanfaat. Distrik harus membangun distrik, kampung membangun kampung, sehingga pembangunan di Kabupaten Jayapura bisa terlihat nyata,” ucapnya.
Ia menambahkan, APBD Perubahan tahun ini difokuskan pada tahap perencanaan. “Sesuai arahan Bupati, tahun 2026 nanti tinggal realisasi program, termasuk pemekaran kampung dan distrik,” pungkasnya.(ARS)

Tinggalkan Balasan