Wabup menegaskan, Pemerintah Kabupaten Jayapura akan memberikan dukungan penuh terhadap upaya pengembangan budidaya ikan sistem bioflok di wilayahnya.

“Saat ini baru satu kelompok yang mengelola sembilan kolam. Ke depan diharapkan semakin banyak kelompok yang ikut berpartisipasi. Dengan 2.200 ekor benih ikan nila yang ditabur hari ini, saya harap dapat menumbuhkan ekonomi masyarakat, terutama kelompok Cycloops, sekaligus memotivasi kampung lain menjaga ketahanan pangan,” tegasnya.

Potensi Kampung Sereh untuk Budidaya Ikan

Sementara itu, Ondofolo Kampung Sereh, Yanto Eluay, berharap program tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kampung Sereh memiliki potensi air yang baik dan lokasi yang strategis, sangat cocok untuk pengembangan budidaya ikan air tawar. Saya berharap masyarakat dapat bersama-sama mengembangkan potensi ini,” katanya.

Menurut Yanto, selain budidaya, penjualan hasil ikan juga telah dilakukan bekerja sama dengan berbagai pihak. Ia menilai kegiatan ini bukan hanya berdampak ekonomi, tetapi juga membangun kemandirian masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya lokal.

Dukungan Tokoh Adat dan Bamuskam

Ketua Badan Musyawarah Kampung (Bamuskam) Sereh, Syors Ondikeleuw, juga menyampaikan dukungannya terhadap program bioflok tersebut.

“Program ini langkah nyata memperkuat ekonomi masyarakat adat melalui pengelolaan sumber daya lokal yang berkelanjutan,” ujarnya.

Ia berharap program percontohan dengan sembilan kolam itu dapat berkembang di titik-titik baru di Kampung Sereh.

“Kalau hari ini baru ada sembilan kolam, ke depan bisa bertambah. Ini langkah awal menuju kemandirian masyarakat,” tambahnya.