
Benih Ikan : Wakil Bupati Jayapura, Haris Richard Yocku, SH., didampingi Tokoh Adat dan Tokoh Masyarakat saat menabur benih ikan nila di kolam Bioflok Cycloops Farm and Fisheries, Kampung Sereh, Distrik Sentani.(Foto: ARS)
SENTANI, Klikjo.id –Pemerintah pusat melalui Tim Ketahanan Pangan Republik Indonesia bekerja sama dengan pemilik hak ulayat, Ondofolo Yanto Eluay, mengembangkan budidaya ikan air tawar dengan sistem bioflok di Kampung Sereh, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura.

Wakil Bupati Jayapura, Haris Richard Yocku, SH., turut hadir dalam kegiatan penaburan benih ikan di kolam Bioflok Cycloops Farm and Fisheries, didampingi Ondofolo Yanto Eluay, aparat kampung, dan sejumlah undangan, Kamis (23/10/2025).
Dalam keterangannya, Wabup Haris Yocku menyampaikan apresiasi atas program yang diinisiasi pemerintah pusat tersebut. Ia menilai kegiatan budidaya ikan air tawar ini dapat memperkuat ketahanan pangan dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
“Saya sangat bangga karena kegiatan ini melibatkan masyarakat secara langsung. Yang perlu diperhatikan adalah agar kegiatan hari ini tidak hanya menjadi seremoni, tetapi bisa berkelanjutan,” ujarnya.
Wabup menegaskan, Pemerintah Kabupaten Jayapura akan memberikan dukungan penuh terhadap upaya pengembangan budidaya ikan sistem bioflok di wilayahnya.
“Saat ini baru satu kelompok yang mengelola sembilan kolam. Ke depan diharapkan semakin banyak kelompok yang ikut berpartisipasi. Dengan 2.200 ekor benih ikan nila yang ditabur hari ini, saya harap dapat menumbuhkan ekonomi masyarakat, terutama kelompok Cycloops, sekaligus memotivasi kampung lain menjaga ketahanan pangan,” tegasnya.
Potensi Kampung Sereh untuk Budidaya Ikan
Sementara itu, Ondofolo Kampung Sereh, Yanto Eluay, berharap program tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kampung Sereh memiliki potensi air yang baik dan lokasi yang strategis, sangat cocok untuk pengembangan budidaya ikan air tawar. Saya berharap masyarakat dapat bersama-sama mengembangkan potensi ini,” katanya.
Menurut Yanto, selain budidaya, penjualan hasil ikan juga telah dilakukan bekerja sama dengan berbagai pihak. Ia menilai kegiatan ini bukan hanya berdampak ekonomi, tetapi juga membangun kemandirian masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya lokal.
Dukungan Tokoh Adat dan Bamuskam
Ketua Badan Musyawarah Kampung (Bamuskam) Sereh, Syors Ondikeleuw, juga menyampaikan dukungannya terhadap program bioflok tersebut.
“Program ini langkah nyata memperkuat ekonomi masyarakat adat melalui pengelolaan sumber daya lokal yang berkelanjutan,” ujarnya.
Ia berharap program percontohan dengan sembilan kolam itu dapat berkembang di titik-titik baru di Kampung Sereh.
“Kalau hari ini baru ada sembilan kolam, ke depan bisa bertambah. Ini langkah awal menuju kemandirian masyarakat,” tambahnya.
Syors menekankan, keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada bantuan pemerintah, tetapi juga kesiapan masyarakat dalam mengelola.
“Kami dari Ondoafi dan Bamuskam bertanggung jawab menyiapkan masyarakat agar mampu menerima dan mengelola program ini dengan baik,” jelasnya.

Pihaknya kini tengah menyiapkan kelompok muda dan keluarga di Kampung Sereh untuk ikut terlibat langsung dalam budidaya ikan, sekaligus menumbuhkan semangat wirausaha lokal.
“Masyarakat harus mau belajar. Jadi saat bantuan datang, mereka sudah siap dan bisa mandiri,” katanya.
Syors juga mengajak warga menjadikan kolam bioflok sebagai tempat belajar bersama.
“Bergabung tidak harus menjadi kelompok inti, tetapi bisa datang belajar agar nanti mampu mengembangkan di rumah atau komunitas masing-masing,” ujarnya.
Di akhir kegiatan, Syors menyampaikan apresiasi kepada Wakil Bupati Jayapura atas dukungan dan perhatian terhadap masyarakat adat di Kampung Sereh.
“Kalau semua pihak pemerintah, masyarakat, dan mitra pengembang saling mendukung, saya yakin ekonomi lokal bisa tumbuh dan masyarakat semakin sejahtera,” pungkasnya.(ARS)

Tinggalkan Balasan