Sebagai langkah pembinaan, para pelajar diberi hukuman disiplin berupa jalan jongkok, push-up, hormat bendera, dan latihan baris-berbaris. Mereka juga menerima pembinaan langsung dari Kapolres dan Wakil Bupati Jayapura.
Kapolres Umar Nasatekay meminta para orang tua untuk lebih ketat mengawasi anak-anak mereka dan datang ke Polsek Sentani Kota untuk menandatangani surat pernyataan bermeterai.
“Jika hal ini terulang lagi, kami akan tindak tegas. Orang tua wajib bertanggung jawab atas perilaku anak-anaknya,” tegasnya.
Sementara itu, Kapolsek Sentani Kota AKP Sunardi menyebut tawuran tersebut terjadi selama tiga hari berturut-turut akibat provokasi dari informasi palsu yang tersebar di media sosial.
“Informasi hoaks antar sekolah memicu kemarahan pelajar hingga berujung aksi saling serang,” jelasnya.
Untuk mencegah kejadian serupa, pihak kepolisian telah membatasi aktivitas pelajar di luar sekolah. Mereka yang ditemukan berkeliaran akan langsung diamankan. Polisi juga memanggil guru dan orang tua guna memberikan pembinaan dan sanksi kepada siswa yang terlibat.
Kabag Ops Polres Jayapura, AKP Suheriyono, menambahkan bahwa peristiwa tawuran antarpelajar seperti ini bukan yang pertama kali terjadi.
“Kami mengimbau seluruh sekolah agar bekerja sama dengan orang tua dalam mengawasi anak-anak. Pemerintah daerah, tokoh agama, dan tokoh masyarakat juga harus berperan aktif menjaga generasi muda dari hal-hal negatif seperti ini,” tuturnya.(ARS)

Tinggalkan Balasan