Kunker : Kunjungan Kerja (Kunker) Komisi IV DPR RI bersama Pemerintah Kabupaten Jayapura di Balai Penerapan Modernisasi Pertanian Papua, Jumat (31/10/2025), di Jalan Yahim, Sentani, Kabupaten Jayapura.(Foto: ARS)

JAYAPURA, Klikjo.id –Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR – RI) melakukan kunjungan kerja (Kunker), masa reses persidangan I tahun sidang 2025–2026 di Kabupaten Jayapura, Papua, dan mendukung  upaya modernisasi pertanian, kegiatan digelar di Balai Penerapan Modernisasi Pertanian Papua, pada Jumat (31/10/2025).

Kunjungan ini juga, membahas strategi peningkatan produksi pertanian guna memenuhi kebutuhan pangan dari hulu hingga hilir, serta memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pengembangan sektor pertanian di Papua.

Bupati Jayapura Yunus Wonda menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menjelaskan, Kabupaten Jayapura memiliki luas wilayah 13.737 km persegi dengan penduduk lebih dari 204 ribu jiwa, terdiri atas 19 distrik, 139 kampung, dan lima kelurahan.

Wilayah Grimes Nawa disebut sebagai salah satu kawasan utama pengembangan sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan.

“Pemerintah daerah menargetkan pembukaan 100 hektare lahan baru pada tahun depan guna meningkatkan hasil produksi pertanian. Kami juga mengapresiasi Balai Penerapan Modernisasi Pertanian Papua yang telah membantu petani di wilayah Grimes Nawa,” ujar Yunus Wonda.

Ia menambahkan, potensi perkebunan di wilayah tersebut sangat besar, namun masih terkendala keterbatasan alat dan mesin pertanian.

“Keterbatasan anggaran menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, kami berharap dukungan pemerintah pusat dalam bentuk sarana dan prasarana pertanian maupun peternakan,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Ahmad Yohan menilai Papua memiliki potensi luar biasa di bidang pertanian berkat luasnya lahan, keanekaragaman hayati, dan sumber daya alam yang melimpah.

Namun, ia menyoroti masih adanya kendala seperti terbatasnya infrastruktur, akses terhadap sarana produksi, serta belum optimalnya sistem hilirisasi dan rantai pasok pangan.

“Komisi IV DPR RI mendorong sinergi lintas lembaga antara pemerintah pusat, daerah, BUMN pangan, dan masyarakat pertanian agar terbentuk ekosistem pertanian Papua yang kuat dari hulu hingga hilir,” ujar Ahmad Yohan.

Dalam pertemuan tersebut, Ahmad Yohan juga memberikan sejumlah rekomendasi, antara lain percepatan modernisasi pertanian berbasis kawasan, pelatihan petani, penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan), serta penguatan kelembagaan petani.

Ia juga meminta Badan Pangan Nasional bersama BUMN pangan memperkuat cadangan pangan daerah dan integrasi data produksi, serta mendorong PT Pupuk Indonesia memastikan ketersediaan pupuk tepat waktu dan tepat sasaran.

“Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi dan menemukan solusi konkret bagi kemajuan pertanian di Papua,” tegas Ahmad Yohan.(ARS)