Menurutnya, setelah data diperoleh secara menyeluruh, pemerintah harus memastikan adanya monitoring dan pelayanan kesehatan yang berkelanjutan bagi anak-anak yang mengalami stunting.
“Setiap anak yang mengalami stunting harus kita pantau perkembangannya minimal setiap minggu. Asupan gizinya pun harus benar-benar dijaga agar angka stunting di Kabupaten Jayapura dapat terus menurun,” tegasnya.
Bupati Yunus juga menekankan agar seluruh dinas tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi semata, melainkan memberikan pelayanan nyata dan berkesinambungan di lapangan.
“Kita tidak boleh hanya datang dan sosialisasi di rumah sakit atau puskesmas saja. Kita harus bekerja secara profesional dengan pelayanan rutin dan terarah,” ujarnya.
Ia kemudian mencontohkan penanganan penyakit malaria yang harus dilakukan hingga tuntas.
“Kalau bibit penyakitnya belum hilang, malaria akan terus kembali. Begitu juga dengan stunting, kita harus tangani sampai benar-benar tuntas,” tambahnya.
Menutup arahannya, Bupati Yunus menegaskan bahwa tahun 2026 akan menjadi tahun fokus penanganan stunting di Kabupaten Jayapura. Pemerintah daerah diminta menyiapkan anggaran dan program yang lebih terarah untuk mempercepat penurunan kasus stunting.
“Tahun 2026 saya sudah perintahkan agar setiap dinas menganggarkan dengan benar untuk penanganan stunting. Kita harus fokus, dan setiap titik yang sudah ditangani harus dilayani sampai tuntas,” tegasnya.(ARS)

Tinggalkan Balasan