Foto: Pangdam XVII/Cendrawasih Mayjen TNI Amrin Ibrahim saat  melakukan peletakan bat pertama Mako Rindam kawasan Tugu Ritonga, Ifar Gunung.(ARS)

JAYAPURA, Klikjo.id –Pekerjaan pembanngunan Mako Rindam XVII/Cendrawasih, kawasan Tugu Ritonga, Ifar Gunung, Jayapura berbandrol sekira Rp79 miliar.

Pangdam XVII/Cendrawasih Mayjen TNI Amrin Ibrahim, mengawali pembangunan proyek strategis dengan melakukan peletakan batu pertam, pada Senin (9/3/2026).

Menurutnya, inisiatif Komandan Rindam XVII/Cendrawasih yang menggagas pembangunan markas baru.

Selain itu, Rindam merupakan pusat pendidikan prajurit sehingga fasilitas yang representatif sangat dibutuhkan.

Asal tahu saja, pembangunan Mako Rindam XVII/Cendrawasih ini merupakan upaya dari Danrindam sehingga bisa dimulai.

“Saya sudah berjanji akan hadir, dan hari ini saya datang untuk melakukan peletakan batu pertama,” ujar Amrin Ibrahim.

Menurutnya, pengerjaan pembangunan harus secara maksimal karena lokasi Mako berada di area strategis kawasan pendidikan militer.

“Begitu masuk kawasan Rindam, yang pertama terlihat adalah gedung Mako,” ujarnya lagi.

Karena itu, pekerjaan bangunan harus  bagus, rapi, dan berkualitas.

Pangdam berharap kehadiran Mako baru akan meningkatkan kualitas pendidikan serta melahirkan prajurit Kodam XVII/Cendrawasih yang profesional dan berintegritas.

Sementara itu, Komandan Rindam XVII/Cendrawasih Brigjen TNI Endra Saputra Kusuma ZR  bersyukur atas kehadiran Pangdam yang memulai pembangunan tersebut

Instruksi Presiden

Menurutnya, proyek tersebut merupakan instruksi Presiden Republik Indonesia melalui Menteri Pertahanan Jenderal TNI (HOR) (Purn.) Sjafrie Sjamsoeddin.

“Ini adalah  komitmen pemerintah dalam mendukung pengembangan lembaga pendidikan militer, khususnya Rindam di daerah,” jelasnya kepada wartawan.

Ia menambahkan, pembangunan fasilitas baru akan meningkatkan kualitas proses pendidikan dan pembinaan calon prajurit di wilayah Kodam XVII/Cendrawasih.

“Dengan fasilitas yang lebih baik, proses pendidikan prajurit akan semakin efektif,” katanya.

Di sisi lain, kontraktor pelaksana dari PT Sutanaroli Jaya, Orsam Sinaga, menjelaskan proyek pembangunan Mako Rindam memiliki nilai sekitar Rp79 miliar.

Menurutnya, anggaran tersebut bersumber dari Kementerian Pertahanan dan mencakup pembangunan gedung utama serta pematangan lahan.

“Luas bangunan Mako sekitar 25 meter x 76,5 meter. Pekerjaan meliputi pembangunan gedung utama dan penataan kawasan,” jelasnya.

Tokoh masyarakat Oktavianus Wally menyampaikan dukungan terhadap pembangunan Mako Rindam di kawasan Ifar Gunung.

Menurutnya, wilayah tersebut sejak lama dikenal sebagai lokasi pendidikan dan pelatihan prajurit TNI.

“Kami bangga karena tempat ini sejak dulu menjadi lokasi pendidikan calon prajurit yang setia kepada NKRI,” ujarnya.

Selain itu, Oktavianus berharap generasi muda setempat mendapat kesempatan bergabung menjadi prajurit TNI.

“Sebagai pemilik hak ulayat berharap anak-anak kami yang ingin menjadi prajurit bisa diakomodasi mengabdi menjaga NKRI,” pungkasnya.(ARS)