Lomba Lintas Alam Jadi Sarana Edukasi

FOTO: Wakil Bupati Jayapura, Haris Richard S. Yocku S.H.(ARS)

SENTANI, Klikjo.id – Wakil Bupati Jayapura, Haris Richard S. Yocku, mengajak masyarakat menjaga kelestarian Pegunungan Cycloop melalui edukasi lingkungan dan kegiatan lintas alam.

Ajakan ini mencuat saat  pelaksanaan Lomba Lintas Alam Menelusuri Jejak Helle Yo 2026 di Kampung Sereh, Distrik Sentani,  Jayapura, pada  Sabtu (31/10/2026).

Sekitar 21 tim pecinta alam ikut serta dalam kegiatan yang mengusung tema “Satu Langkah Sejuta Cerita “

Wagub Haris mewakili Bupati Jaayapura membuka kegiatan dan  mengapresiasi panitia karena menghadirkan kegiatan yang tidak sekadar menguji kemampuan peserta, tetapi juga meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.

Menurutnya, Pegunungan Cycloop merupakan kawasan penyangga kehidupan masyarakat,  dalam menjaga ketersediaan air bersih bagi Kabupaten dan Kota Jayapura.

“Melalui kegiatan ini, kita bisa mengetahui kondisi kawasan penyangga Pegunungan Cycloop, mulai dari sumber air, tanaman, pepohonan hingga fauna,” ujarnya.

Selain itu,, peserta waajib mengamati kondisi lingkungan sepanjang perjalanan. Kemudian, menulis hasil pengamatan dan memuat  dalam konten media sosial.

Selanjutnya, peserta memanfaatkan Instagram, Facebook, TikTok, serta platform digital lainnya untuk membagikan temuan kepada masyarakat.

Bangun Kesadaran Generasi Muda

Di sisi lain ,Haris menegaskan, tujuan utama kegiatan bukan sekadar mencari pemenang, melainkan membangun kesadaran generasi muda tentang pentingnya menjaga kelestarian alam.

Selain itu juga, ia mengingatkan, penebangan liar dan perambahan hutan dapat mengancam sumber air.

Nantinya berdampak  bahkan bisa mempengaruhi kehidupan masyarakat pada masa mendatang.

“Dampak perambahan hutan, air akan berkurang. Karena itu, mari menjaga Cycloop untuk generasi berikutnya,” tegasnya.

Selain itu, kegiatan ini juga, membantu pemerintah memperoleh informasi langsung mengenai kondisi kawasan pegunungan.

Harapannya, peserta melaporkan temuan kerusakan hutan, longsor, berkurangnya sumber air, maupun potensi bencana selama perjalanan.

Dengan demikian, pemerintah daerah dapat menindaklanjuti laporan melalui penanaman kembali pohon dan upaya pemulihan kawasan yang rusak.

Ia juga mengungkapkan, akan kembali menggelar lomba lintas alam  setelah vakum sekitar 25 tahun.

Karena itu, Haris mendorong panitia menjadikan kegiatan sebagai agenda tahunan agar perkembangan kondisi lingkungan Cycloop dapat memantaunya secara berkelanjutan.

“Saya mengajak masyarakat sekitar Cagar Alam Pegunungan Cycloop menghentikan penebangan liar dan pembukaan kebun yang merusak kawasan hutan.
Juga, menanam kembali pohon pada lahan yang mengalami kerusakan,” katanya.

Dalam hal ini, kita harus  menjaga hutan yang berarti kita menjaga sumber air. Ia juga mengajak untuk   lindungi Pegunungan Cycloop untuk kehidupan sekarang dan generasi mendatang. (ARS)