Politikus Partai Demokrat ini menambahkan, kondisi itu menjadi perhatian penting mengingat pendidikan menjadi prioritas utama Pemkab Jayapura pada tahun 2026, sebagaimana diarahkan Bupati Jayapura, Dr. Yunus Wonda, SH., MH.
“Asrama-asrama itu dibangun sekitar 10–12 tahun lalu pada masa kepemimpinan almarhum Bupati Habel Melky Suwae. Sayangnya, sejak itu tidak pernah ada perawatan berarti,” ungkapnya.
Menurut Petrus, sejak awal asrama tersebut sudah dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti tempat tidur, meja, kursi, dan lemari. Namun kini, hampir seluruhnya mengalami kerusakan.
Ia berharap Pemkab Jayapura dapat mengalokasikan anggaran rehabilitasi asrama tersebut pada tahun 2026.
“Kami akan bersurat resmi kepada Bupati agar bersama-sama memberi perhatian terhadap kondisi asrama. Ini penting untuk mendukung mahasiswa kita di luar daerah,” tegasnya.
Petrus menambahkan, dirinya juga telah melaporkan hasil kunjungan itu kepada Ketua DPRK Jayapura, Ruddy Bukanaung, agar DPRK dapat mendukung peningkatan kualitas pendidikan.
“Mahasiswa kita bukan hanya di Manokwari dan Manado, tapi juga di Yogyakarta, Jakarta, dan daerah lainnya. Mereka adalah generasi penerus yang harus diperhatikan,” ujarnya.
Ia juga menyinggung soal penyaluran beasiswa di masa lalu yang dinilai tidak tepat sasaran.
“Dulu beasiswa disalurkan di akhir studi dan tidak melalui seleksi yang adil. Pada masa almarhum HMS, semua mahasiswa semester dua hingga delapan menerima beasiswa secara merata. Itu yang harus kita kembalikan,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan