Menurutnya, para pahlawan menunjukkan kesabaran dalam menyusun strategi, menunggu momentum, serta membangun kebersamaan di tengah keterbatasan.
“Mereka tahu bahwa kemerdekaan tidak diraih dengan tergesa-gesa, tetapi ditempa oleh waktu dan keikhlasan,” ucapnya.
Nilai kedua, lanjut Bupati, ialah semangat mendahulukan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi.
“Setelah kemerdekaan diraih, mereka tidak berebut jabatan, melainkan kembali kepada rakyat, mengajar, membangun, dan menanam nilai-nilai perjuangan. Kehormatan sejati bukan pada jabatan, tetapi pada manfaat yang ditinggalkan,” jelasnya.
Sementara nilai ketiga, pandangan jauh ke depan, menggambarkan bagaimana para pahlawan berjuang demi generasi penerus bangsa.
“Perjuangan mereka adalah doa yang tak pernah padam. Menyerah berarti meninggalkan amanah kemanusiaan,” tegasnya.
Perjuangan Masa Kini: Ilmu dan Pengabdian
Bupati Yunus mengajak masyarakat mewarisi semangat perjuangan dengan cara yang relevan di masa kini.
“Perjuangan sekarang tidak lagi dengan bambu runcing, tetapi dengan ilmu, empati, dan pengabdian,” katanya.
Ia menambahkan, sejalan dengan pesan Presiden Prabowo Subianto, perjuangan masa kini diwujudkan melalui peningkatan ketahanan nasional, pendidikan, dan keadilan sosial demi membangun manusia Indonesia yang cerdas dan berdaya.
“Mari kita jaga kemerdekaan dengan bekerja keras, berpikir jernih, dan melayani dengan tulus. Api perjuangan harus terus menyala,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan