*Efisiensi mudah dengan real cost*

Tantangan finansial yang dihadapi BPJS Kesehatan, yang ditandai dengan rasio klaim tinggi, beban penyakit katastrofik, dan tekanan medical inflation, tidak dapat diatasi dengan solusi tambal sulam. Sustainabilitas sistem JKN memerlukan pendekatan kolaboratif dan berbasis data antara BPJS Kesehatan dan seluruh mitra RS.

Kunci utama untuk menciptakan keseimbangan antara ketersediaan layanan, mutu, dan biaya terletak pada kemampuan RS dalam menetapkan real cost pelayanannya. Penerapan real cost adalah fondasi untuk membangun sistem pelayanan yang efisien, berkualitas, dan finansialnya sehat.

Diperlukan langkah harmonisasi yang melibatkan :

1. BPJS Kesehatan perlu mendorong dan memfasilitasi RS untuk mengembangkan sistem penghitungan real cost, misalnya dengan memberikan panduan standar dan insentif.


2. Setiap Rumah Sakit harus berkomitmen untuk menginvestasikan sumber daya dalam pengembangan sistem activity-based costing atau metode lain yang akurat untuk menghitung real cost.


3. Pemerintah selaku regulator perlu menciptakan lingkungan yang mendukung, termasuk kajian ulang tarif INA-CBGs secara berkala berbasis data real cost yang terkumpul dari RS.

Dengan sinergi ini, pelaksanaan JKN dapat bergerak menuju sistem yang lebih berkelanjutan, di mana pelayanan kesehatan yang berkualitas dapat diakses oleh seluruh masyarakat tanpa mengorbankan kesehatan finansial penyedia layanan dan BPJS

Penulis adalah Ketua Umum Perdokmil
( Perkumpulan Kedokteran Militer)

*Mayjen TNI Purn Dr dr Prihati Pujowaskito, SpJP(K) MMRS*

(Stevan Roger Pelaku)