“Sebuah Kritik Terapan dan Relevan”

Foto : Dokumen arsip Piagam Perjuangan Semesta (Permesta) 1957. Piagam ini menjadi landasan gerakan yang menuntut pemerataan pembangunan dan desentralisasi di Indonesia Timur.(Ist/dok)

MANADO, Klikjo.id –Dalam perjalanan sejarah Indonesia, Permesta kerap ditulis sebagai “pemberontakan daerah” yang ingin memisahkan diri dari Republik.

Jika ditelisik dari sisi akademis ini merupakan “sebuah kritik terapan dan relevan” di era-nya.

Bahkan di era modern dan digitalisasi ini, semangat Permesta masih mumpuni, tentu dengan kritik positif, konstruktif atau membangun, tanpa mengabaikan undang-undang dan regulasi serta semangat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Lebih jauh, pembentukan Permesta kala itu, lantaran terdapat lapisan persoalan yang lebih kompleks diantaranya, kekecewaan struktural, intrik antar-jenderal, hingga intervensi asing yang menyeret Indonesia “muda” ke pusaran geopolitik.