General Manager Bandara Internasional Sentani, I Nyoman Noer Rohim, mengatakan kesiapan bandara mencakup infrastruktur, fasilitas, serta kesiapsiagaan personel yang disiagakan secara optimal guna menjamin aspek keamanan, keselamatan, dan pelayanan kepada seluruh pengguna jasa bandara.

“Pendirian posko ini menandai kesiapan penuh Bandara Internasional Sentani dalam melayani perjalanan udara masyarakat selama libur akhir tahun. Fokus kami adalah memberikan pelayanan sepenuh hati agar penumpang merasakan perjalanan yang aman, nyaman, dan berkesan,” ujar I Nyoman Noer Rohim.

Ia menjelaskan, Posko Terpadu Nataru juga berfungsi sebagai pusat koordinasi seluruh pemangku kepentingan di bandara. Sinergi antara InJourney Airports selaku operator bandara, regulator, maskapai penerbangan, operator ground handling, serta instansi terkait diperkuat guna menjamin kelancaran operasional bandara.

Posko ini melibatkan berbagai unsur lintas instansi, di antaranya TNI, Polri, Otoritas Bandara Wilayah X, Perum LPPNPI (AirNav Indonesia), BMKG, pimpinan maskapai penerbangan, ground handling, CIQ (Customs, Immigration, Quarantine), hingga Basarnas.

Selain sebagai pusat koordinasi, posko juga menyediakan data lalu lintas penerbangan secara real time yang menjadi dasar pengambilan keputusan secara cepat dan tepat, sehingga operasional bandara dapat berjalan optimal selama periode Nataru.

“Pergerakan penumpang dan lalu lintas penerbangan kami pantau setiap hari melalui posko. Data ini menjadi dasar dalam pengaturan fasilitas, personel, dan infrastruktur bandara. Selama 21 hari periode Nataru, pergerakan penumpang diperkirakan mencapai sekitar 590.652 orang,” ungkapnya.