Ia juga memastikan kegiatan serupa akan kembali digelar pada akhir tahun 2026.

“Mari kita sambut Tahun 2026 dengan semangat baru untuk membangun Jayapura yang aman, damai, dan sejahtera,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan pemuda Kampung Yakonde, Petrus Wally, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Jayapura dan panitia pelaksana.

“Penilaian dilakukan secara profesional. Tim juri turun langsung ke kampung-kampung, termasuk distrik terjauh seperti Airu,” ungkap Petrus.

Ia berharap Lomba Pondok Natal terus dilaksanakan setiap tahun agar pemuda terlibat dalam kegiatan positif, khususnya menjelang Natal, sehingga terhindar dari miras dan narkoba.

Petrus juga mengungkapkan, pembangunan Pondok Natal Hebenhaezer melibatkan sekitar 35 pemuda, dengan dukungan penuh orang tua dan masyarakat Kampung Yakonde, serta menelan anggaran hampir Rp20 juta.

Terkait hadiah Juara I, pihak pemuda Kampung Yakonde telah bersepakat menyumbangkan Rp50 juta kepada gereja setempat.

“Tahun 2026 gereja kami genap berusia 100 tahun. Karena itu, kami sepakat menyerahkan Rp50 juta untuk gereja, sementara sisanya digunakan untuk kegiatan pemuda,” pungkasnya. (ARS)