Penyerahan : Bupati Jayapura menyerahkan hadiah kepada juara Lomba Pondok Natal Pemuda Berkreasi Kabupaten Jayapura Tahun 2025.(Foto: Ist)

SENTANI, Klikjo.id –Pondok Natal Hebenhaezer, Kampung Yakonde, Distrik Waibu, berhasil meraih Juara I pada Lomba Pondok Natal Pemuda Berkreasi Kabupaten Jayapura 2025, dengan tema “Kasih Mempersatukan Perbedaan”.

Pengumuman  sempat tertunda, namun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura berkomitmen memberikan ruang kreativitas dan pembinaan bagi generasi muda melalui kegiatan keagamaan yang positif.

Hasil penilaian panitia, Pondok Natal Hebenhaezer memperoleh nilai tertinggi 358,5 dan berhak atas hadiah uang Rp100 juta serta trofi.

Juara II diraih Pondok Natal Bineka Tunggal Ika dari Kampung Benyom Jaya I, Distrik Nimbokrang, dengan nilai 356,5, serta hadiah Rp75 juta dan trofi.

Sementara Juara III diraih Pondok Natal Betlehem dari Kampung Demta, Distrik Demta, dengan nilai 355,5, serta hadiah Rp50 juta dan trofi.

Selain kategori pondok, Juara Umum tingkat distrik dari 19 distrik se-Kabupaten Jayapura diraih oleh Distrik Sentani, yang diikuti oleh 10 Pondok Natal.

Setiap pondok menerima uang pembinaan Rp20 juta, dengan total anggaran Rp200 juta.

Bupati Jayapura Dr  Yunus Wonda SH, MH, pada ibadah lepas sambut 2026 di Lapangan Apel Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Senin (19/1/2026), mengapresiasi  panitia dan  perangkat daerah.

“Saya mengucapkan selamat kepada para pemenang. Kiranya capaian ini menjadi motivasi dan memperkuat semangat kebersamaan pemuda di Kabupaten Jayapura,” kata Yunus Wonda.

Bupati menegaskan, seluruh proses penilaian dilakukan secara murni dan objektif, tanpa campur tangan pihak manapun.

“Tidak ada intervensi dari Bupati maupun Wakil Bupati. Bahkan lomba ini kami percayakan kepada saudara-saudara kita umat Muslim, dan mereka melaksanakannya dengan sangat baik,” tegasnya.

Menurut Bupati, lomba ini sejalan dengan visi Kabupaten Jayapura, yakni Kasih Mempersatukan Perbedaan, tanpa membedakan agama, suku, dan ras.

Ia juga memastikan kegiatan serupa akan kembali digelar pada akhir tahun 2026.

“Mari kita sambut Tahun 2026 dengan semangat baru untuk membangun Jayapura yang aman, damai, dan sejahtera,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan pemuda Kampung Yakonde, Petrus Wally, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Jayapura dan panitia pelaksana.

“Penilaian dilakukan secara profesional. Tim juri turun langsung ke kampung-kampung, termasuk distrik terjauh seperti Airu,” ungkap Petrus.

Ia berharap Lomba Pondok Natal terus dilaksanakan setiap tahun agar pemuda terlibat dalam kegiatan positif, khususnya menjelang Natal, sehingga terhindar dari miras dan narkoba.

Petrus juga mengungkapkan, pembangunan Pondok Natal Hebenhaezer melibatkan sekitar 35 pemuda, dengan dukungan penuh orang tua dan masyarakat Kampung Yakonde, serta menelan anggaran hampir Rp20 juta.

Terkait hadiah Juara I, pihak pemuda Kampung Yakonde telah bersepakat menyumbangkan Rp50 juta kepada gereja setempat.

“Tahun 2026 gereja kami genap berusia 100 tahun. Karena itu, kami sepakat menyerahkan Rp50 juta untuk gereja, sementara sisanya digunakan untuk kegiatan pemuda,” pungkasnya. (ARS)