
Ia juga menyampaikan profisiat dan ucapan selamat atas 25 tahun Tahbisan Imamat Pastor John Bunay.
“Bapak Gubernur dan jajaran Pemerintah Provinsi Papua mengucapkan selamat dan sukses atas 25 tahun Tahbisan Imamat Pastor John. Semoga tetap setia melayani umat di Tanah Papua,” katanya.
Sementara itu, Pastor John Bunay, Pr, menjelaskan bahwa pembangunan Pusat Spiritual Santo Yohanes Paulus II berawal dari panggilan rohani yang ia rasakan setelah mengikuti kegiatan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) di Singapura.
Ia mengungkapkan, selama 25 tahun menjalani panggilan imamat di Tanah Papua, dirinya berkomitmen melayani umat, baik sebagai pendidik maupun gembala yang menyuarakan nilai-nilai kenabian dan keadilan.
“Saya bersyukur Tuhan selalu menyertai dalam tugas panggilan ini. Hidup saya dipersembahkan untuk melayani manusia,” ungkap Pastor John.
Mantan Rektor Sekolah Tinggi Filsafat Teologi (STFT) Fajar Timur ini menambahkan, Bahtera Kristoforus dibangun dengan desain simbolis.
“Bagian luar berbentuk perahu sebagai simbol wilayah pesisir, sementara di bagian dalam terdapat honai sebagai simbol masyarakat pegunungan.Ini melambangkan persatuan dan damai,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan