Bupati FDW  melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Tusrianto Rumengan SSTP, M.Si, menyampaikan, GPM serentak ini bertujuan menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan menjelang Ramadan dan Idulfitri, serta Tahun Baru Imlek dan Hari Raya Nyepi 2026.

“Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota di Indonesia. Tujuannya memastikan ketersediaan bahan pangan pokok dengan harga terjangkau bagi masyarakat menjelang hari raya,” ujarnya.

Menurutnya, gerakan ini menjadi bentuk sinergi pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam pengendalian inflasi pangan, khususnya pada momentum HBKN yang berpotensi memicu kenaikan harga.

Bupati FDW menegaskan komitmen Pemkab Minsel dalam mendukung langkah strategis menjaga ketahanan pangan daerah.

Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan distribusi, pemantauan harga pasar secara berkala, serta kolaborasi dengan para pemangku kepentingan.

“Kami mengajak masyarakat memanfaatkan program GPM secara bijak dan tetap menjaga pola konsumsi yang sehat serta seimbang,” tandasnya.

Pemkab Minsel berharap Gerakan Pangan Murah dapat membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menekan laju inflasi daerah menjelang perayaan hari-hari besar keagamaan.
(WEN/**)

Sumber: Diskominfo Minsel