
Foto: Gubernur Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur Victor Mailangkay.(Ist)
MANADO, Klikjo.id –Setahun kepemimpinan pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Utara (Sulut), Yulius Selvanus Komaling – Victor Mailangkay (YSK–VM) (20 Februari 2025–20 Februari 2026), Sulut terus berbenah dengan berbagai capaian program strategis yang mulai dirasakan.
Meski masih seumur jagung, namun fondasi pembangunan sesuai visi Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan telah diletakkan melalui sejumlah kebijakan prioritas lintas sektor.
Diawal masa jabatan, Gubernur Yulius menegaskan pentingnya persatuan sebagai modal utama pembangunan.
Ia mengajak elemen masyarakat bersinergi, terutama dalam sektor unggulan daerah seperti pertanian, perikanan, dan kelautan.
Pemerintah provinsi menyalurkan berbagai insentif, subsidi, serta fasilitas penunjang untuk mendorong produktivitas pelaku usaha budidaya dan petani.
Program peningkatan produksi pertanian dilakukan melalui bantuan alat mesin pertanian, penyediaan bibit unggul, hingga pembenahan sistem distribusi dan pemasaran hasil panen.
Kebijakan subsidi dan insentif juga diperkuat agar petani memiliki kepastian harga dan akses pembiayaan, termasuk Kredit Usaha Rakyat dan pembiayaan ultra mikro.
Sektor Kelautan, peningkatan kualitas bibit dan kesehatan ikan, pengawasan sanitasi, serta pengembangan riset dan teknologi menjadi fokus.
Juga membuka akses pasar ekspor guna memperluas peluang ekonomi sekaligus memastikan pengelolaan sumber daya perikanan berjalan berkelanjutan.
Evaluasi awal kepemimpinan dilakukan dengan menata ulang sektor pembangunan yang dinilai belum optimal dari periode sebelumnya.
Alhasil, Sulut meraih penghargaan nasional dalam pemanfaatan data pendidikan pada ajang Anugerah Data dan Teknologi Pendidikan 2025 yang digelar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Prestasi itu ditopang pengembangan aplikasi layanan pendidikan seperti SIPANDAI, SIPGTK, dan sistem PPDB/SPMB yang memperluas akses serta pemerataan mutu pendidikan di seluruh wilayah.
Pada bidang kesehatan, komitmen pemerintah terlihat dari capaian cakupan jaminan kesehatan lebih dari 98 persen masyarakat.
Penghargaan UHC Awards 2026 menjadi indikator keberhasilan peningkatan layanan kesehatan publik secara inklusif.
Infrastruktur dan Konektivitas Jadi Pengungkit Ekonomi
Di sektor infrastruktur, sejumlah proyek strategis disiapkan untuk memperkuat konektivitas wilayah.
Rencana pembangunan jembatan penghubung Bitung–Lembeh diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus mempercepat mobilitas logistik dan wisatawan.
Selain itu, pengembangan kawasan wisata Likupang dan pembangunan akses jalan lingkar turut diproyeksikan mempercepat waktu tempuh dari pusat kota menuju destinasi pariwisata prioritas.
Dukungan anggaran berasal dari kombinasi APBD, APBN, serta pendekatan jemput bola pemerintah daerah kepada pemerintah pusat.
Sektor pariwisata menjadi salah satu motor ekonomi yang mendapat perhatian khusus.
Destinasi religi Bukit Kasih Kanonang dan objek wisata Kolam Pemandian Air Panas Sumaru Endo Remboken telah direvitalisasi agar tampil lebih menarik bagi wisatawan.
Pembukaan rute penerbangan langsung dari Taiwan ke Manado juga membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi kerakyatan, khususnya sektor UMKM dan jasa wisata.
Seluruh program pembangunan tersebut ditopang oleh kinerja birokrasi yang diarahkan pada profesionalisme dan pelayanan publik.
Meski masa kepemimpinan baru memasuki tahun pertama, sejumlah indikator menunjukkan arah positif.
Evaluasi setahun ini menjadi pijakan untuk memperkuat program prioritas di tahun berikutnya.
Jika konsistensi kebijakan dan kolaborasi lintas sektor terus terjaga, bukan tidak mungkin visi pembangunan berkelanjutan yang diusung YSK–VM akan semakin nyata dirasakan masyarakat. (Supriyadi)

Tinggalkan Balasan