Satu Siswa Positif Malaria dan 12 Suspek TBC
Foto: Kepala UPTD Puskesmas Waibu, Fransina Dike, bersama tim melakukan pemeriksaan kesehatan gratis siswa SD YPK Kwadeware, Kampung Kwadeware.(ARS)
JAYAPURA, Klikjo.id –Tim medis UPTD Puskesmas Waibu menggelar pemeriksaan kesehatan gratis bagi 63 siswa. Berlangsung di SD YPK Kwadeware, Kampung Kwadeware, Waibu, Jayapura, pada Selasa (28/7/2026), mulai pukul 08.00 WIT.
Kegiatan ini, menjadi bagian dari program deteksi dini penyakit sekaligus meningkatkan kesehatan anak usia sekolah.
Kepala UPTD Puskesmas Waibu Fransina Dike, memimpin langsung pelayanan bersama tim tenaga kesehatan.
Pemeriksaan meliputi skrining tuberkulosis (TBC), malaria, HIV, penyakit tidak menular (PTM). Juga, pemeriksaan kesehatan jiwa, imunisasi, pembagian tablet tambah darah, hingga pemberian obat cacing.
“Kegiatan ini merupakan program rutin untuk mendekatkan akses layanan kepada anak-anak. Sekaligus mendeteksi penyakit sejak dini agar penanganannya bisa lebih cepat,” kata Fransina.
Meski demikian, ia mengakui belum melakukan beberapa layanan karena keterbatasan logistik. Namun, kondisi ini tidak mengurangi manfaat pemeriksaan kepada siswa.
Hasilnya, tim medis menemukan satu siswa positif malaria. Selain itu, sebanyak 12 siswa masuk kategori suspek TBC dan akan menjalani pemeriksaan lanjutan di Puskesmas Waibu.
“Ke-12 siswa masih berstatus suspek. Karena itu, kami berharap orang tua membawa ke Puskesmas Waibu,” jelasnya.
Selanjutnya, Fransina mengajak pihak sekolah dan orang tua menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta rutin memeriksakan kesehatan anak.
“Mereka adalah generasi penerus. Jika mereka tumbuh sehat, akan memiliki masa depan lebih baik. Karena itu, peran keluarga dan sekolah sangat penting dalam menjaga kesehatan anak,” ujarnya.
Sementara itu, pihak SD YPK Kwadeware mengapresiasi pelayanan kesehatan Puskesmas Waibu kepada seluruh siswa.
“Terima kasih kepada Kepala Puskesmas Waibu beserta tim medis yang telah memberikan pemeriksaan kesehatan kepada siswa,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan ini sangat membantu sekolah mengetahui kondisi kesehatan anak, sehingga segera mendapat penanganan serius.
Harapannya, pihak puskesman melakukan pemeriksaan secara berkala. Sebagai bentuk sinergi antara Dinas Kesehatan dan Pendidikan dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.(ARS)

Tinggalkan Balasan