Pelayanan Kesehatan Tetap Berjalan

Foto: Kepala UPTD Puskesmas Waibu, Kampung Doyo Baru, Fransina Dike, memberikan arahan kepada siswa SMA YPKP Sentani.(ARS)

SENTANI, Klikjo.id – Kepala UPTD Puskesmas (Kapus) Waibu,  Fransina Dike, menegaskan flyer  penutupan layanan kesehatan Puskesmas Waibu mulai Senin (20/7/2026) adalah hoaks.

“Meski ada aksi pemalangan dan penguncian sejumlah ruangan, pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan,” ujar Fransina kepada wartawan, Senin (20/7/2026).

Menurutnya, flyer hoaks itu pertama kali mencuat pada Sabtu (18/7/2026) sekitar pukul 18.00 WIT, melalui pesan WhatsApp dari salah seorang staf.  Selanjutnya, informasi itu menyebar luas melalui media sosial.

“Saya langsung menyampaikan di grup internal, media sosial Facebook, dan melaporkannya kepada Dinas Kesehatan bahwa informasi itu adalah hoaks. Kami juga mengimbau masyarakat Distrik Waibu agar tidak percaya informasi itu,” ujar Fransina.

Selanjutnya, Sekitar pukul 19.30 WIT, ia mendatangi Puskesmas Waibu dan mendapati flyer serupa ada di pintu gerbang masuk.

Dalam pengumuman itu menyebut penghentian seluruh pelayanan kesehatan  hingga waktu yang tidak ditentukan.

Fransina menegaskan,  tidak pernah mengeluarkan pengumuman itu  secara resmi oleh pihak manajemen Puskesmas Waibu.

Ruangan Dikunci, Pelayanan Tetap Normal

Selain itu, ada yang memang sengaja mengunci  pintu ruangan. Bahkan, pintu utama, pintu samping, pintu belakang hingga ruang Unit Gawat Darurat (UGD).

Akibatnya, pelayanan kesehatan memang sempat mengalami kendala, khususnya, pasien yang membutuhkan layanan UGD maupun ruang observasi.

“Kami tetap berusaha masuk melalui bagian belakang agar pelayanan tetap berjalan, meskipun fasilitas ruangan tidak ada,” katanya.

Selanjutnya, membuka pelayanan di loket pendaftaran, laboratorium, farmasi dan rawat jalan  sekitar pukul 09.00 WIT.

Untuk memastikan pelayanan berjalan baik, pihak puskesmas akan memanggil tukang untuk membuka   sekaligus mengganti semua kunci ruangan.

“Hari ini  mengganti semua kunci  agar pelayanan tetap berjalan dengan baik. Sampai sekarang kami  belum mengetahui keberadaan kunci-kunci sebelumnya,” jelasnya.

Sementara itu, aksi pemalangan untuk sementara ada dugaan ada oknum yang mengetahui akses dan kondisi di lingkungan Puskesmas Waibu.

“Saya menduga ada  oknum internal. Namun saya tegaskan, bukan seluruh pegawai, hanya sebagian kecil oknum,” ungkapnya.

Ia juga menyebutkan bahwa peristiwa serupa bukan kali pertama. Kondisi itu, menurutnya, membuat sebagian tenaga kesehatan merasa khawatir karena adanya intimidasi dari oknum.

Fransina menegaskan bahwa persoalan internal tidak boleh mengorbankan pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, fasilitas kesehatan harus tetap beroperasi karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.

“Kalau memang ada persoalan internal, selesaikan melalui mekanisme yang berlaku. Jangan menutup atau memalang fasilitas pelayanan kesehatan. Masyarakat tidak boleh menjadi korban,” tegasnya.

Di sisi lain, Kapus meminta setiap petugas dan oknum yang menahan kunci ruangan di Puskesmas Waibu, segera mengembalikan  kunci ruangan.

Harapannya, Pemerintah Kabupaten Jayapura mengambil langkah tegas bagi yang melakukan pemalangan, maupun penyebaran flyer hoaks dan  menghambat pelayanan publik.

Ia menambahkan, pelayanan kesehatan merupakan bagian penting dari visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati .
“Karena itu, saya berharap seluruh pihak bersama-sama menjaga agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik,” pungkasnya.(ARS)