Foto: Bupati Jayapura Dr Yunus Wonda SH, MH, menutup Conference V GKII Provinsi Papua di Hotel Horison Sentani, Jumat (17/7/2026).(Ist)
SENTANI, Klikjo.id – Bupati Jayapura Dr Yunus Wonda SH, MH, mengjak gereja untuk memperkuat sinergi dalam membangun generasi dan daerah.
Ini disampaikan Bupati saat menutup Conference V Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Provinsi Papua di Sentani, Jayapura, pada Jumat (17/7/2026).
Di sisi lain, konferensi berhasil menetapkan kepengurusan Sinode GKII Provinsi Papua periode 2026–2031.
Bupati Yunus Wonda bersyukur tahapan konferensi berlangsung aman, tertib, demokratis, dan penuh sukacita.
“Puji Tuhan, proses konferensi berjalan dengan baik hingga selesai. Dan membentuk kepengurusan baru dengan harapan mereka dapat menjalankan tugas pelayanan dengan baik demi kemajuan gereja di Tanah Papua,” ujarnya usai acara penutupan.
Selanjutnya, ia menyampaikan apresiasi kepada panitia, peserta konferensi, para hamba Tuhan, serta seluruh pihak yang ikut menyukseskan kegiatan.
Menurutnya, gereja memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dalam membangun masyarakat.
“Government dan gereja harus berkolaborasi membangun daerah, sekaligus menjaga kehidupan masyarakat agar tetap damai, rukun, dan sejahtera,” katanya.
Generasi Butuh Keterlibatan Gereja
Lebih lanjut, Bupati menilai tantangan sosial generasi muda membutuhkan keterlibatan gereja. Karena itu, pembinaan mental dan spiritual menjadi benteng penting untuk mencegah penyalahgunaan minuman keras, narkoba, pergaulan bebas dan persoalan sosial.
“Harapannya, gereja dapat bersinergi dengan pemerintah untuk menyelamatkan generasi muda melalui pembinaan mental dan spiritual. Dengan kolaborasi yang baik, dapat menciptakan masyarakat yang lebih baik dan bermartabat,” tegasnya.
Bukan itu saja, Bupati Yunus menyampaikan selamat kepada pengurus Sinode GKII Provinsi Papua yang baru. Ia berharap kepemimpinan baru mampu memperkuat pelayanan gereja sekaligus mendukung pembangunan di Tanah Papua.
Ketua Sinode Baru Siapkan Program Strategis
Sementara itu, Ketua Sinode GKII Provinsi Papua periode 2026–2031, Pdt. Otniel Kaway M.Th, menegaskan komitmennya menjalankan keputusan . Dalam hal ini hasil keputusan dalam Conference V sebagai arah pelayanan lima tahun mendatang.
Ia menjelaskan, konferensi merupakan forum organisasi untuk mengevaluasi pelayanan sekaligus menetapkan kebijakan strategis gereja.
“Sebagai ketua untuk periode 2026–2031, kami akan melaksanakan keputusan sidang komisi maupun pleno konferensi,” ujarnya.
Menurut Pdt. Otniel, kepengurusan baru akan memprioritaskan penguatan pelayanan penginjilan, perlindungan hak asasi manusia. Serta, pemberdayaan ekonomi jemaat, peningkatan etos kerja dan pelayanan kesehatan.
Bahkan, GKII Provinsi Papua menargetkan memiliki fasilitas kesehatan berupa klinik hingga rumah sakit dalam lima tahun ke depan.
“Pelayanan gereja tidak hanya melalui pemberitaan Injil, tetapi juga melalui pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” katanya.
Selain itu, pembinaan generasi muda menjadi salah satu fokus utama kepengurusan baru agar mampu menghadapi berbagai tantangan sosial yang berkembang di Papua.
Pdt. Otniel berterima kasih kepada panitia, Pemprov Papua, dan Pemkab Jayapura atas dukungan penyelenggaraan Conference V GKII Provinsi Papua.
“Kepercayaan ini, akan kami jalankan dengan penuh tanggung jawab,” tutupnya.(ARS)

Tinggalkan Balasan