Pantau Harga: Bupati Minsel Frangky Donny Wongkar SH bersama Forkopimda serta instansi teknis memantau harga bapok dan melakukan operasi di pasar Amurang .(Foto: Ist)

MINSEL, Klikjo.id –Harga bahan pokok (Bapok) pada momentum perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) mengalami fluktuasi, terutama harga rica atau cabe di pasar-pasar tradisional di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) juga menjadi sorotan pedagang pasar dan warga yang melakukan persiapan perayaan nataru lantaran harga meroket tembus Rp200 ribu per kilogram.

Mengantisipasi kenaikan harga sepihak dari pedagang, Bupati Minsel Frangky Donny Wongkar SH bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta instansi teknis terus memantau harga bapok dan melakukan operasi di pasar tradisional dan swalayan wilayah Minsel sebelum perayaan Natal dan jelang Ahun Baru pada Rabu (27/12/2023) hingga (31/12/2023) serta  melakukan kebijakan dalam rangka intervensi  menekan lonjakan harga.

“Harga cabe mengalami fluktuasi  sebelum 25 Desember perkilo gram  Rp100 ribu-Rp150 ribu. Kemudian mengalami lonjakan pada periode 25 Desember ke atas mencapai Rp250 ribu-Rp350 ribu perkilogram,”ujar Kepala Dinas Kominfo Minsel Tusrianto Rumengan.

Menurutnya ketidakstabilan harga rica ternyata disebabkan keterbatasan stok akibat arus distribusi yang mengalami hambatan. Hal ini sudah disikapi Pemkab Minsel, dipimpin Bupati Franky D Wongkar dan  Forkopimda melakukan operasi pasar dan berupaya untuk mengendalikan harga. Informasi dari sejumlah pedagang bahwa stok cabe dari daerah pemasok (Gorontalo) mencukupi tetapi terhambat angkutan. Diperkirakan stok sudah tiba dan harga akan berangsur stabil.

Asal tahu saja, seiak akhir November dan awap dan jajaran Forkopimda sudah beberapa kali melakukan operasi pasar. Operasi pasar ini pun menyasar sejumlah pasar tradisional yang ada di Minsel. Terhitung sejak 25 Oktober hingga 27 Desember sudah lima kali melakukan operasi pasar.

Diawali 25 Oktober kemudian 13 Desember, 22 Desember, 23 Desember serta terkahir 27 Desember hari ini. Ini semua dilakukan pemerintah daerah untuk memastikan ketersediaan stok Bapokting dan stabilitas harga selama perayaan Natal 25 Desember dan Tahun Baru 2024 mendatang. (***)