Foto: Kepala BPBD Jayapura Lefinus Ragainaga.(Ist)

SENTANI, Klikjo.id –Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jayapura mengimbau kepada masyarakat waspada potensi gelombang pasang dan banjir.

Terutama warga yang tinggal di wilayah pesisir pantai dan bantaran sungai di Sentani dan sekitarnya.

Imbauan ini disampaikan Kepala BPBD Jayapura Lefinus Ragainaga, usai rapat koordinasi bersama pemerintah daerah pada  Kamis (26/3/2026).

Selain itu, langkah ini  sebagai respons atas kondisi cuaca yang terus berubah.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), tinggi gelombang laut saat ini mencapai 2 hingga 3 meter. Karena itu, potensi dampak di wilayah pesisir cukup signifikan.

“Bupati bersama tim kami akan turun lapangan memantau langsung,” ujar Lefinus.

Namun demikian, ancaman tidak hanya datang dari laut. BPBD juga menyoroti potensi banjir di kawasan Sentani akibat penumpukan sampah di aliran sungai.

Oleh sebab itu, masyarakat yang tinggal di bantaran sungai jangan membuang sampah sembarangan. Selain itu, warga juga harus mulai memilah sampah sebagai langkah pencegahan dini.

“Masyarakat harus ikut berperan menjaga lingkungan agar tidak memperparah risiko banjir,” tegasnya.

Sementara itu, warga yang beraktivitas di sekitar pantai agar selalu memperhatikan kondisi cuaca dan tinggi gelombang.

Sebagai langkah mitigasi, BPBD telah menyiapkan relawan di sejumlah kampung. Selain itu sudah melatih relawan untuk memberikan informasi cepat serta membantu warga saat kondisi darurat.

Di sisi lain, perkiraan potensi bencana hidrometeorologi  masih akan berlangsung hingga Mei 2026. Karena itu, BPBD terus memperkuat koordinasi lintas instansi, terutama di wilayah rawan seperti daerah aliran sungai besar.

Meski demikian, kondisi di Kali Awai  mulai membaik. Wilayah yang sebelumnya terdampak banjir kini berangsur pulih, dan aktivitas masyarakat kembali normal.

Sebagai upaya jangka panjang, BPBD juga mendorong program Kampung Tangguh Bencana. Program ini melibatkan masyarakat sebagai garda terdepan dalam menghadapi potensi bencana.(ARS)