Foto: Bupati Jayapura Yunus Wonda – Wabup Haris Yocku saat jumpa pers satu tahun kepemimpinan di Kantor Bupati Jayapura, Selasa (17/3/2026).
SENTANI, Klikjo.id –Setahun Bupati Yunus Wonda – Wakil Bupati (Wabup) Haris Richard S. Yocku, Kabupaten Jayapura terus berbenah.
Jumpa pers di Kantor Bupati Jayapura, Selasa (17/3/2026), Bupati Yunus Windan didampingi Wabup, menegaskan komitmen untuk bekerja nyata melayani masyarakat.
Meskipun ruang gerak kebijakan tahun pertama masih terbatas, namun keduanya memastikan program prioritas tetap berjalan.
“APBD 2025 sudah jalan saat pelantikan. Namun kami tetap mengawal program prioritas untuk menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Wonda.
Prioritas Infrastruktur, Kesehatan dan Ekonomi Rakyat
Seiring satu tahun (setahun) kepemimpinan, sudah ada realisasi janji politik .
Di mana, pemerintah daerah, membentuk Tim Percepatan DOB Grime Nawa pada Januari 2026.
Selain itu, membangkitkan Persidafon Dafonsoro untuk persiapan Liga empat Indonesia.
Langkah ini sekaligus menjadi dorongan bagi semangat olahraga masyarakat.
Di sisi lain, perhatian untuk memperkuat lembaga adat, sebanyak 210 ondofolo dan kepala suku sudah menerima honor.
Tak hanya itu, pemerintah juga menghadirkan program sosial berupa peti jenazah gratis. Peluncuran program ini rencananya saat puncak HUT ke-57 Kabupaten Jayapura.
Di sektor infrastruktur, pemerintah fokus membuka keterisolasian wilayah. Pembangunan jalan Demta–Muaif sudah mulai, dan membuka kembali rjalan Kemtuk–Puai.
Selain itu, pembangunan dermaga di Distrik Ebungfauw untuk memperkuat konektivitas.
Kemudian, memperluas layanan telekomunikasi melalui bantuan Starlink di fasilitas kesehatan dan pendidikan.
Juga, peningkatan sistem air minum di kampung-kampung adat.
Layanan Kesehatan dan Pendidikan Diperkuat
Dalam bidang kesehatan, pembangunan Rumah Sakit Tipe D Pratama di Kampung Nimbontong.
Di saat yang sama, sudah meresmikan delapan puskesmas pembantu.
Bahkan, untuk mendukung layanan darurat, pemerintah juga menyalurkan mobil ambulans ke sejumlah wilayah.
Sementara itu, memperkuat sektor pendidikan, juga melakukan revitalisasi sekolah , termasuk penyediaan transportasi speedboat wilayah terpencil.
Lebih lanjut, kerja sama beasiswa dengan perguruan tinggi. Sebanyak 40 ASN Orang Asli Papua (OAP) juga, menerima beasiswa peningkatan kapasitas.
Selanjutnya, pemerintah daerah mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khusus OAP.
Berikutnya, memulai revitalisasi pasar tradisional seperti Pasar Banuku, Yapsi, Sawol, Pharaa, dan Ifar Besar.
Selain itu, mendorong UMKM melalui platform digital OAPSHOP, pelatihan kerja, serta bantuan alat pertanian dan perikanan.
Sedangkan di sektor pariwisata, terus memacu pengembangan Pantai Amai dan Kali Biru .
Sementara itu, Kampung Yobol berhasil meraih Juara Harapan II Desa Wisata tingkat nasional. Serta penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem.
Tak kalah penting, program strategis nasional juga yaitu pembentukan koperasi Merah Putih di 139 kampung dan 5 kelurahan.
Yunus Wonda menegaskan bahwa capaian itu merupakan bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.
“Kami hanya alat untuk menyalurkan program pemerintah pusat kepada masyarakat di Bumi Kenambai Umbai,” tegasnya.
Karena itu, pemerintah ingin memastikan masyarakat tidak hanya mendengar program, tetapi juga merasakan manfaatnya langsung.
Dengan demikian, harapannya kedepan dapat mewujudkan visi pembangunan “Kasih Mempersatukan Perbedaan”.(ARS)

Tinggalkan Balasan