Warga Pegunungan  Sampaikan Langsung Keluhan

Foto: Bupati Jayapura, Yunus Wonda saat melakukan kunjungan  di Jemaat GIDI Yerusalem Jalan Polres Doyo Baru,  Waibu,  Jayapura, Selasa (19/5/2026).(ARS)

SENTANI, Klikjo.id – Bupati  Yunus Wonda  jemput aspirasi lansung  ke 17 gereja GIDI di  wilayah pegunungan Kabupaten Jayapura, pada Selasa (19/5/2026).

Kali ini, di Sabron Kampung Mulia, Distrik Sentani Barat dan Jemaat GIDI Yerusalem, Jalan Polres Doyo Baru, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura.

Kunjungan ini, untuk menyerap langsung aspirasi masyarakat pegunungan yang selama ini  belum maksimal dalam pelayanan mendapatkan pemerintah daerah.

“Pagi tadi saya berkunjung di Sabron Kampung Mulia, di sana ada empat jemaat gereja. Soremya saya ada di 13 gereja wilayah Doyo Baru. Besok  lanjut ke Taruna dan berakhir  di Toladan,” ujar Yunus Wonda.

Selain berdialog dengan pimpinan gereja dan jemaat, Bupati juga mulai mendata gereja masyarakat pegunungan di Kabupaten Jayapura.

Menurutnya, pendataan itu penting agar masyarakat asli Papua dari wilayah pegunungan dapat masuk dalam program pelayanan dan pembangunan pemerintah daerah.

“Akan mendata seluruh gereja masyarakat gunung yang ada di Kabupaten Jayapura. akan mengetahui jumlah total setelah seluruh rangkaian kunjungan selesai,” katanya.

Yunus Wonda mengakui, selama ini banyak warga pegunungan belum dapat  bantuan pemerintah karena belum masuk data  di distrik maupun kampung.

Tegaskan Kehadiran Pemerintah

Karena itu, ia menegaskan pemerintah wajib hadir untuk seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang.

“Masyarakat kami tidak pernah mengeluh. Mereka sadar dan merasa seperti pendatang saja. Tapi sekarang tidak boleh seperti itu. Pemerintah harus hadir untuk semua masyarakat di Kabupaten Jayapura,” tegasnya.

Ia juga menekankan pembangunan tidak boleh hanya  di wilayah maju. Pemerintah, lanjutnya, harus memastikan pemerataan pelayanan hingga ke masyarakat pegunungan.

“Semua adalah warga negara dan warga Kabupaten Jayapura yang punya hak sama , baik dari sisi kesejahteraan maupun pembangunan,” ujarnya.

Dalam dialog bersama jemaat GIDI, mayoritas warga menyampaikan kebutuhan pembangunan dan perbaikan gereja.

Aspirasi itu, kata Yunus Wonda, akan menjadi perhatian serius pemerintah daerah dalam penyusunan program pembangunan ke depan.

“Baru hari ini saya duduk bersama mereka untuk memastikan target program 2027. Kita tidak hanya menjalankan program dari dinas, tapi belanja masalah  dahulu supaya tahu persoalan nyata masyarakat,” jelasnya.

Hasil kunjungan ini nantinya akan sinkronkan dengan usulan masyarakat dalam Musrenbang agar program pembangunan lebih tepat sasaran.

Masyarakat gunung lebih banyak menyampaikan kebutuhan perbaikan gereja. Itu yang menjadi pergumulan mereka.

“Saya berharap ke depan pemerintah bisa fokus membantu pembangunan gereja di Kabupaten Jayapura supaya  berjalan baik dan iman jemaat tbertumbuh,” pungkasnya.(ARS)