Foto: Petugas Puskesmas Distrik Waibu melakukan layanan kesehatan screening malaria di Gereja GIDI Jemaat Yerusalem, Waibu, Jayapura, Selasa (19/5/2026).(ARS)

SENTANI, Klikjo.id –Petugas Puskesmas Distrik Waibu menggelar screening malaria bagi warga dan jemaat.
Layanan masal berlangsung  di halaman  Gereja GIDI Jemaat Yerusalem, Jalan Polres Doyo Baru,  Waibu, Jayapura, Selasa (19/5/2026).

Kegiatan berlangsung bersamaan dengan kunjungan kerja Bupati Jayapura Yunus Wonda, bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ke wilayah Waibu.

Dengan begitu, petugas kesehatan lebih mudah menjangkau masyarakat secara langsung.

Kepala Puskesmas Distrik Waibu, Fransina Dike mengatakan, antusiasme warga mengikuti pemeriksaan kesehatan cukup tinggi. Bahkan, kondisi itu  berbeda dengan pelayanan kesehatan pada hari biasa.

“Biasanya kami cukup sulit mengumpulkan masyarakat karena masing-masing punya aktivitas sehari-hari.
Namun, dengan kunjungan kerja Bupati dan OPD, masyarakat  antusias mengikuti pemeriksaan kesehatan di depan gereja,” ujarnya.

Delapan Warga Positif Malaria

Dari hasil screening sementara, delapan warga  positif malaria. Jenis malaria  Tropika, Malaria Tersiana, serta malaria campuran.

Sementara itu, jumlah warga yang telah menjalani pemeriksaan mencapai 55 orang. Hingga Selasa siang, proses screening masih  berlangsung.

Fransina menjelaskan, kegiatan ini menjadi bagian dari program Pemerintah Kabupaten Jayapura melalui Dinas Kesehatan untuk mempercepat eliminasi penyakit menular.

Selain itu, pihaknya menerima arahan langsung dari Bupati dan Wakil Bupati Jayapura agar program eliminasi penyakit  malaria, HIV, tuberkulosis (TB), dan kusta hingga 2030.

“Harapannya, beberapa tahun ke depan masyarakat Kabupaten Jayapura bisa bebas dari malaria, TB, HIV, dan kusta,” katanya.

Ia menambahkan, dukungan lintas sektor sangat penting sehingga program kesehatan berjalan maksimal.

Karena itu, keterlibatan OPD, pemerintah kampung, hingga pemerintah distrik penting untuk memperluas jangkauan pelayanan kesehatan.

Tak hanya membuka layanan screening di lokasi kegiatan, petugas kesehatan juga rutin melakukan pelayanan door to door atau dari rumah ke rumah setiap hari.

Menurut Fransina, metode ini untuk menjangkau warga yang belum sempat mengikuti pemeriksaan kesehatan.

“Door to door ini bukan hanya untuk malaria, tetapi juga untuk seluruh program kerja Dinas Kesehatan,” pungkasnya. (ARS)