JAYAPURA, Klikjo.Id- Fakultas Kedokteran  Universitas Cendrawasih mengelar Pengambilan Sumpah/Janji dan Pelantikan Dokter Umum dengan Lulusan ke XXXVI di Pembukaan dengan Sidang Senat Terbuka Fakultas Kedokteran, yang diselengagarakan di Suni Hotel and Convention pada Selasa, (19/4/2022), Pukul, 09.00 Wita.

Salah satu lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Cendrawasih  berasal dari Kabupaten Minsel, Sulawesi Utara bernama  Inka Lafenta Pongkorung lahir di desa Kaneyan kecamatan Tareran, Minsel, dan besar di Papua. 

Memang dari kecil cita-cita saya mau jadi dokter tapi butuh Proses yang luar biasa alasannya waktu saya selesai SMA saya mau melamar di Fakultas Kedokteran Universitas Cendrawasih ada bisikan-bisikan ko mo masuk Fakultas Kedokteran di sini belum memadai. 

Tetapi saya berkeyakinan itu Hoax dan saya tetap maju dan saya dan teman-teman bisa buktikan bahwa Universitas Cendrawasih khususnya Fakultas Kedokteran sudah mendekati seribu yang menyandang Gelar Dokter.

” Saya bersyukur karena  Guru-guru besar kami sangat baik pada Mahasiswa hingga kami bisa mendapatkan Gelar Dokter ini,” ujarnya.

Ungkapan Terima kasih disampaikan buat keluarga, sahabat-sahabat Gereja yang membantu membentuk iman saya lewat doa. Dengan mata berkaca-kaca Khusus buat mama yang menjadi Papa selama kuliah, papa sudah mendahului kita di sorga sana tapi  yakin papa sangat senang melihat anaknya mendapat gelar Dokter. “Terima kasih buat Tuhan Yesus karena tanpa Tuhan  tidak akan berhasil,” ujarnya.

Terpisah  dr Trajanus Laurens Jembise, Sp.B  Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Cendrawasih, bersyukur Fakultas Kedokteran Universitas Cendrawasih tahun 2009 sampai 2022 ini sudah menghasilkan 852 dokter.

 Fakultas Kedokteran Universitas Cendrawasih bisa menjawab  kekurangan tenaga kesehatan  di Provinsi Papua dan Papua Pada umumnya. Perlu diketahui, tenaga medis se-Indonesia, Papua adalah salah satu daerah yang kekurangan tenaga medis. 

Akan tetapi begitu Fakultas Kedokteran Universitas Cendrawasih hadir di Papua sudah hampir 20 tahun, membantu  kebutuhan kesehatan di Tanah Papua dan Indonesia.
“Dari awal Januari ada  160 calon dokter yang lulus hanya 55 dokter.  Yang belum lulus harus berusaha dalam satu Tahun ada empat kali ujian kompetensi karena ditahun 2021 ada ujian dan menghasilkan 134 dokter walaupun ditengah pandemi C19 kami tetap lakukan dan tentunya prokes yang sangat ketat pada waktu itu.(Arifin)