Ekspor : Perdana   Gubernur Sulut, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus secara simbolis melepas  273 kilogram teripang susu putih kering  asal Minut, Sulut untuk diekspor ke Amerika Serikat (AS).(Foto:Ist)

MINUT, Klikjo.id –Sebanyak 273 kilogram teripang susu putih kering (dried white sea cucumber) asal Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Sulawesi Utara (Sulut)  tembus pasar gelobal, menyusul komuditas andalan Sulut ini resmi diberangkatkan ke Amerika Serikat (AS) melalui Bandara Internasional Sam Ratulangi, Manado, pada  Sabtu (19/4/2025).

Ekspor perdana  dilepas secara simbolis  Gubernur Sulut, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus. Gubernur Yulius  menyoroti rendahnya kontribusi sektor perikanan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sulut, meskipun 72,5 persen wilayah provinsi ini merupakan laut.

“Ini masih memprihatinkan. Potensi kelautan Sulut sangat besar, namun kontribusinya belum optimal,” ujarnya.
Komoditas bernilai tinggi ini diangkut  CV Buka-Buka Island, perusahaan lokal yang fokus memasarkan produk laut ke pasar global.  Pengiriman dilakukan melalui rute Manado–Guangzhou (Tiongkok) menggunakan maskapai China Southern Airlines, sebelum diteruskan ke Amerika Serikat.

Keberhasilan ini didukung  pembukaan rute penerbangan langsung  Manado ke sejumlah kota di Tiongkok, seperti Guangzhou dan Nanjing, yang memangkas waktu serta biaya logistik. Sebelumnya, ekspor dari Sulut harus transit lebih dahulu di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta.

Gubernur Yulius berharap ekspor teripang ini dapat menjadi pemicu bagi UMKM lainnya untuk menembus pasar global dan mendongkrak perekonomian daerah. “Harapan kami, ekspor perdana ini menjadi awal kebangkitan ekonomi Sulut. Gerakan ini harus menjadi contoh bagi UMKM lain,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi sinergi yang terjalin antara Bea Cukai Manado, Karantina, dan pihak Bandara Sam Ratulangi dalam memfasilitasi kelancaran ekspor.
Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan DJBC Sulawesi Bagian Utara menambahkan, ekspor langsung dari Sulut memperkuat posisi provinsi ini sebagai gerbang logistik kawasan timur Indonesia.

“Ini bukti daya saing produk lokal di tengah tantangan tarif impor Amerika Serikat dan dinamika perdagangan global,” ungkapnya. Ini juga mencatat tonggak penting dalam sejarah ekspor komoditas perikanan.

CV Buka-Buka Island dinilai sebagai contoh UMKM yang berhasil memanfaatkan peluang di sektor nonmigas, menciptakan lapangan kerja, dan menggerakkan perekonomian lokal. Bea Cukai Manado juga menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan optimal guna mendorong lebih banyak pelaku usaha untuk melakukan ekspor.

Keberhasilan ekspor teripang ini tidak hanya mencerminkan ketangguhan produk perikanan Indonesia, tetapi juga meningkatkan kepercayaan pasar global terhadap kualitas komoditas laut Sulut. Gubernur Yulius menegaskan, peningkatan akses logistik serta dukungan pemerintah akan terus diperkuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kelautan.

“Kami yakin Sulut bisa menjadi pemain kunci dalam ekspor produk perikanan nasional, asalkan semua pihak bersinergi,” tandasnya. Ekspor perdana teripang ini diharapkan menjadi awal dari gelombang baru penguatan ekonomi daerah berbasis sumber daya laut. (PRI/**)