Michael Lantu alias Pato (foto:ist)

SULUT, Klikjo.id – Aktivitas tambang rakyat dinilai memiliki peran besar dalam menopang kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat lokal di Sulawesi Utara. Selain membuka lapangan kerja, sektor ini juga disebut mampu menekan angka pengangguran hingga potensi tindakan kriminal di tengah masyarakat.

Hal itu disampaikan perwakilan penambang rakyat Sulawesi Utara, Michael Lantu, yang akrab disapa Pato, saat menyoroti dampak positif keberadaan tambang rakyat bagi warga yang selama ini memiliki keterbatasan lapangan pekerjaan.

Menurut Pato, tambang rakyat menjadi sumber pendapatan utama bagi banyak keluarga, terutama masyarakat yang tidak memiliki pilihan pekerjaan lain.

“Tambang rakyat membuka peluang kerja baru bagi masyarakat. Bukan hanya pekerja tambang secara langsung, tetapi juga berdampak pada sektor lain yang ikut bergerak sehingga daya beli masyarakat meningkat,” ujar Pato.

Selain itu, ia menilai keberadaan tambang rakyat turut membantu menekan potensi aksi krimininalitas.

Menurutnya, ketika masyarakat memiliki pekerjaan dan penghasilan yang jelas, potensi keterlibatan dalam aktivitas negatif bisa diminimalisir.

“Kalau masyarakat punya pekerjaan dan penghasilan, tentu risiko terjadinya tindakan kriminal karena faktor ekonomi bisa ditekan,” katanya.

Pato juga menegaskan bahwa di sejumlah wilayah di Sulawesi Utara, pertambangan rakyat telah menjadi tulang punggung ekonomi keluarga.

Bahkan, kata dia, pendapatan dari aktivitas tambang tradisional seperti mendulang emas dan menjaga keamanan tambang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Namun demikian, ia menekankan bahwa aspek legalitas dan pengelolaan tambang tetap menjadi perhatian utama pemerintah daerah.

Menurutnya, langkah pemerintah dalam memberikan kepastian hukum kepada para penambang rakyat sejauh ini sudah berjalan dengan baik.

“Legalitas sangat penting agar para penambang memiliki kepastian hukum yang jelas dalam bekerja,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Pato juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan yang dinilai telah mendukung keberlangsungan tambang rakyat di Sulawesi Utara.

Ia secara khusus menyebut Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus serta Kapolda Sulut Irjen Pol Roycke Harry Langie, termasuk anggota DPRD Sulut.
Menurutnya, dukungan tersebut telah membuka peluang bagi masyarakat penambang untuk mendapatkan kehidupan yang lebih layak, baik saat ini maupun di masa depan.

“Terima kasih kepada seluruh stakeholder yang sudah membuka jalan bagi masyarakat penambang agar bisa hidup lebih sejahtera,” pungkasnya.

(Roger)