Foto: Wakil Bupati Jayapura, Haris Richard S. Yocku SH, saat pencanangan Sensus Ekonomi (SE) 2026 , Kamis (11/6/2026).(Ist)

SENTANI, Klikjo.id –Pemerintah Kabupaten Jayapura resmi memulai  Sensus Ekonomi (SE) 2026. Wakil Bupati (Wabup) Jayapura, Haris Richard S Yocku, menegaskan pentingnya data akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi tepat sasaran.

Ini disampaikan, saat menutup kegiatan Pelatihan Petugas sekaligus mencanangkan Sensus Ekonomi 2026 di Hotel HoreX, Kota Sentani,  pada Kamis (11/6/2026).

Menurut Wabup, Sensus Ekonomi 2026 merupakan agenda nasional strategis yang akan menghasilkan potret menyeluruh kondisi perekonomian Indonesia.

“Nantinya, data akan menjadi gambaran utuh perekonomian bangsa,  dan wajah perekonomian Kabupaten Jayapura yang kita cintai,” ujar Haris.

Haris menekankan, semua program pembangunan ekonomi daerah membutuhkan dukungan data yang valid dan mutakhir.

Mulai dari pemberdayaan UMKM, peningkatan investasi, hingga penyusunan kebijakan ekonomi, semuanya bergantung pada kualitas data melalui sensus.

“Data adalah aset berharga. Keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 menjadi fondasi dalam menyusun kebijakan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan,” katanya.

Karena itu, ia meminta seluruh petugas sensus bekerja secara profesional, disiplin, dan menjunjung tinggi integritas.

Ingatkan Jangan Manipulasi Data

Wabup Haris mengingatkan petugas agar tidak melakukan manipulasi data saat menjalankan tugas di lapangan.

Menurutnya, kesalahan dalam pendataan dapat berdampak pada lahirnya kebijakan yang keliru dalam jangka panjang.

“Jangan pernah melakukan manipulasi data. Satu kesalahan data dapat berdampak pada kesalahan kebijakan bertahun-tahun ke depan,” tegasnya.

Selain itu, petugas harus mengedepankan pendekatan humanis saat melakukan pendataan  pelaku usaha.

Harapannya, petugas  mampu membangun komunikasi yang baik dengan para pengusaha, pedagang pasar, maupun pelaku UMKM.  Agar mendapatkan informasi  yang benar dan sesuai kondisi lapangan.

“Datangi pelaku usaha dengan senyum, sapa, dan sikap yang humanis agar mereka nyaman memberikan informasi yang sebenarnya,” pesannya.

Wabup  juga meminta dukungan aparat keamanan, khususnya Polres Jayapura, untuk membantu kelancaran pelaksanaan sensus di seluruh wilayah Kabupaten Jayapura.

Ia berharap petugas dapat menjalankan tugas dengan aman saat melakukan pendataan di kampung-kampung, distrik, hingga pusat-pusat perdagangan.

“Saya menitipkan para petugas Sensus Ekonomi 2026 agar mendapat dukungan keamanan dan kelancaran selama bertugas,” ujarnya.

Haris kemudian mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi dan mendukung suksesnya Sensus Ekonomi 2026.

“Mari kita satukan tekad dan semangat untuk menyukseskan pendataan ekonomi ini demi masa depan Kabupaten Jayapura yang lebih maju dan sejahtera,” katanya.

Usai acara penutupan pelatihan, Haris Yocku secara simbolis mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dengan menabuh tifa.

Jangkau Semua Pelaku Usaha

Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Jayapura, Geressida Sihombing, menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 akan menjangkau seluruh pelaku usaha.

Pendataan mencakup UMKM, usaha berbasis digital, toko online, perusahaan besar, hingga berbagai lembaga yang memiliki aktivitas ekonomi.

Menurut Geressida, kegiatan pendataan lapangan akan berlangsung pada 14 Juli hingga 31 Agustus 2026.

Sebanyak 140 Petugas Pencacah Lapangan (PCL) dan 25 Petugas Pemeriksa Lapangan (PML) siap mendukung pelaksanaan sensus.

“Petugas kami akan mendatangi rumah dan tempat usaha secara langsung. Sementara PML bertugas melakukan pengawasan selama proses pendataan berlangsung,” jelasnya.

Gunakan Sistem Berbasis Android

Geressida menambahkan, seluruh proses pendataan akan menggunakan perangkat berbasis Android yang terintegrasi dengan sistem digital.

Melalui sistem ini, petugas akan masuk rekaman secara otomatis sebagai bukti pelaksanaan sensus.

BPS juga memberikan perhatian khusus untuk pelaku usaha yang menjalankan bisnis secara daring atau online tanpa lokasi usaha fisik.

“Sekarang banyak pelaku usaha berbasis digital. Karena itu petugas akan lebih aktif menggali informasi agar seluruh aktivitas ekonomi dapat tercatat,” katanya.

Ia memastikan proses rekrutmen petugas dilakukan secara terbuka melalui tahapan pendaftaran, tes kemampuan, dan wawancara sehingga menghasilkan petugas yang kompeten dan profesional.

Melalui Sensus Ekonomi 2026, pemerintah berharap memperoleh gambaran menyeluruh kondisi perekonomian masyarakat Kabupaten Jayapura, Tentunya,  sebagai dasar pengambilan kebijakan pembangunan, peningkatan investasi, serta penguatan sektor usaha di masa depan.(ARS)