Sorotan utama hari itu bukan sekadar kemeriahan, melainkan makna kebersamaan. Puncak acara dimulai dengan prosesi adat penyambutan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri dan Aryoko Rumaropen.

Diiringi tabuhan tifa dan tarian penyambutan lima wilayah adat, keduanya berjalan khidmat menuju panggung utama, diapit tokoh adat dan masyarakat yang bersorak penuh bangga.
Setibanya di lokasi, suasana hening seketika. Ibadah syukur dalam bentuk Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) dimulai, dipimpin oleh Pastor John Bunai. Suaranya tenang namun tegas, menembus kerumunan ribuan orang.
“Hari ini, jika Papua dipimpin oleh Matius Fakhiri dan Aryoko Rumaropen, itu bukan karena rancangan manusia, tetapi karena rancangan Tuhan,. Papua hanya bisa maju jika dipimpin oleh pemimpin yang mampu merekatkan semua suku, agama, dan golongan,” tambahnya.
Empat pesan ia sampaikan: hidup takut akan Tuhan, percaya pada rancangan-Nya, saling mengasihi, dan bekerja dengan tanggung jawab. Pesan yang sederhana, namun menggetarkan hati banyak orang di bawah terik matahari siang itu.

Tinggalkan Balasan