Kampanye: Plt Sekda  Jayapura, Yusuf Yambe Yabdi, membagikan bunga dan pita merah kepada masyarakat dalam rangka kampanye Hari AIDS Sedunia di Pertigaan Pasar Lama Sentani, Senin (1/12/2025).(Foto: Ist)

SENTANI, Klikjo.id  –Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menggelar sosialisasi terbuka dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia yang jatuh pada 1 Desember.

Kegiatan berlangsung di Pertigaan Pasar Lama Sentani, pada Senin (1/12/2025), melibatkan Tim ATM Center, PMI, BPBD, relawan, serta sejumlah LSM di Kabupaten Jayapura.

Plt. Sekretaris Daerah (Sekda) Jayapura, Yusuf Yambe Yabdi, hadir dan turut membagikan bunga serta pita merah sebagai simbol kepedulian terhadap upaya pencegahan HIV/AIDS.

Yusuf menegaskan bahwa penanganan HIV/AIDS harus dilakukan secara berkelanjutan dan tidak hanya bergantung pada momentum peringatan Hari AIDS Sedunia.

“Kegiatan ini menjadi langkah penting yang harus ditindaklanjuti melalui perencanaan program dan penganggaran ke depan. Edukasi HIV/AIDS tidak boleh hanya dilakukan pada 1 Desember, tetapi harus beberapa kali dalam setahun,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi langkah Dinas Kesehatan dalam mendukung pemerintah daerah menekan angka penyebaran HIV/AIDS. Menurutnya, edukasi tidak hanya menyasar pendampingan bagi orang dengan HIV/AIDS (ODHA), tetapi juga generasi muda agar memiliki kesadaran menjaga diri dari risiko penularan.

“Pemerintah berkewajiban menyampaikan informasi yang benar dan komprehensif, terutama kepada generasi muda sebagai penerus pembangunan,” tegas Yusuf.

Berdasarkan data terbaru, jumlah penderita HIV/AIDS di Kabupaten Jayapura mencapai sekitar 5.900 kasus, dengan 3.371 kasus berada di wilayah Sentani. Selain itu, tercatat sekitar 740 orang meninggal akibat HIV/AIDS.

“Data ini penting disosialisasikan karena HIV/AIDS tidak terlihat, tetapi sangat berbahaya. Tidak seperti COVID-19 yang dapat hilang, HIV/AIDS akan terus ada jika kesadaran kita rendah,” jelasnya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, Lilian Suebu, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi berbagai pihak dalam merespons perkembangan kasus HIV/AIDS.

“Ini adalah bentuk kepedulian semua pihak dalam melakukan edukasi dan promosi kesehatan terkait HIV/AIDS di Kabupaten Jayapura,” ujar Lilian.

Ia memaparkan, hingga 3 September 2025 tercatat 5.985 kasus kumulatif HIV/AIDS, dengan Sentani sebagai penyumbang terbesar. Meski begitu, jumlah kasus baru menunjukkan penurunan.

“Pada 2024 terdapat 632 kasus baru, sedangkan hingga triwulan III tahun 2025 tercatat 470 kasus baru. Penurunan ini menunjukkan adanya dampak positif dari upaya edukasi, namun pekerjaan kita belum selesai,” tegasnya.

Lilian juga menyoroti masih kuatnya stigma dan diskriminasi terhadap ODHA yang menyebabkan masyarakat enggan melakukan pemeriksaan HIV.

“Kalau pemeriksaan gula darah atau kolesterol, masyarakat antusias. Tapi untuk HIV, masih banyak yang takut karena stigma,” katanya.

Sebagai upaya lanjutan, Dinas Kesehatan bersama ATM Center, organisasi pemuda, LSM, dan PMI akan turun hingga ke kampung-kampung melalui pemutaran film edukasi, promosi kesehatan, dan pemeriksaan HIV massal.

Aksi berbagi bunga dan pita merah pada peringatan Hari AIDS Sedunia ini menjadi simbol kepedulian bersama, melibatkan OPD sektor kesehatan dan non-kesehatan, komunitas, serta lembaga swadaya masyarakat di Kabupaten Jayapura. (ARS)