Hadir, Bupati Jayapura diwakili  Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Dr Abdul Rahman Basri, S.Sos, M.KP. Pemkab Jayapura mengapresiasi pelaksanaan Natal bersama sebagai langkah nyata menuju penyatuan Tou Kawanua di Papua.

“Momentum Natal adalah panggilan untuk mewujudkan kasih yang mempersatukan perbedaan. Sudah terlalu lama belum ada rujuk dan penyatuan, maka melalui ibadah ini Tou Kawanua harus kembali bersatu,” ujarnya.

Abdul Rahman menegaskan pentingnya falsafah hidup tokoh Sulawesi Utara, Dr Sam Ratulangi, Si Tou Timou Tumou Tou, yang berarti manusia hidup untuk memanusiakan manusia.

“Jika falsafah ini diterapkan dengan meninggalkan ego masing-masing, penyatuan pasti terwujud berlandaskan kasih. Prinsip ini pula yang dipegang Bupati dan Wakil Bupati Jayapura, Dr. Yunus Wonda dan Haris Richard Yocku, yakni Kasih Mempersatukan Perbedaan,” katanya.

Ia berharap para pemimpin Tou Kawanua di Papua dapat segera bersatu kembali dan bersinergi dengan pemerintah daerah.

“Banyak warga menjadi korban perpecahan akibat ego kepemimpinan. Mari bersatu demi kebaikan bersama di tanah Papua,” tambahnya.