Perayaan: Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Jayapura menghadiri Ibadah Perayaan Natal Bersama KKK Provinsi Papua dan KKP di Gedung Walewangko, Entrop, Jayapura, Jumat (6/12/2025).(foto: ARS)

PAPUA, Klikjo.id — Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) Provinsi Papua bersama Kerukunan Kawanua Papua (KKP) menggelar Ibadah Perayaan Natal bersama Tou Kawanua Provinsi Papua Tahun 2025. Perayaan meriah dan Ibadah khidmat berlangsung di Gedung Walewangko, Entrop, Jayapura, pada Jumat (6/12/2025).

Tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” dengan subtema “Torang Samua Basudara”. Momentum ini menjadi ruang rekonsiliasi bagi Tou Kawanua di Papua yang selama beberapa tahun terakhir terbelah dalam dua kepengurusan, meski berada dalam satu ikatan kekeluargaan.

Ibadah dipimpin Pdt. Dr. Robby Marini M.Th, dengan pembacaan Firman Tuhan dari Efesus 1:7 tentang penebusan dan pengampunan dosa sebagai wujud kasih karunia Allah.

Hadir, Bupati Jayapura diwakili  Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Dr Abdul Rahman Basri, S.Sos, M.KP. Pemkab Jayapura mengapresiasi pelaksanaan Natal bersama sebagai langkah nyata menuju penyatuan Tou Kawanua di Papua.

“Momentum Natal adalah panggilan untuk mewujudkan kasih yang mempersatukan perbedaan. Sudah terlalu lama belum ada rujuk dan penyatuan, maka melalui ibadah ini Tou Kawanua harus kembali bersatu,” ujarnya.

Abdul Rahman menegaskan pentingnya falsafah hidup tokoh Sulawesi Utara, Dr Sam Ratulangi, Si Tou Timou Tumou Tou, yang berarti manusia hidup untuk memanusiakan manusia.

“Jika falsafah ini diterapkan dengan meninggalkan ego masing-masing, penyatuan pasti terwujud berlandaskan kasih. Prinsip ini pula yang dipegang Bupati dan Wakil Bupati Jayapura, Dr. Yunus Wonda dan Haris Richard Yocku, yakni Kasih Mempersatukan Perbedaan,” katanya.

Ia berharap para pemimpin Tou Kawanua di Papua dapat segera bersatu kembali dan bersinergi dengan pemerintah daerah.

“Banyak warga menjadi korban perpecahan akibat ego kepemimpinan. Mari bersatu demi kebaikan bersama di tanah Papua,” tambahnya.

Ketua Panitia Natal Bersama sekaligus tokoh Papua Dr Benhur Tomi Mano, MM, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya ibadah Natal yang mempertemukan kembali dua organisasi Kawanua.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah menyatukan kembali dua kepengurusan, KKK dan KKP, yang selama ini berjalan terpisah. Kita semua adalah Tou Kawanua yang hidup di tanah rantau,” ujar Tomi Mano yang akrab disapa BTM.

Ia menyebutkan bahwa berbagai pendekatan telah dilakukan kepada pimpinan kedua organisasi di tingkat provinsi dan kabupaten/kota untuk mendorong rekonsiliasi.

“Ibadah Natal bersama ini menjadi pertemuan perdana sebagai langkah awal. Saya bangga karena antusiasme warga sangat tinggi, menunjukkan kerinduan besar untuk kembali bersatu,” ucapnya.

BTM berharap proses penyatuan dapat berjalan dengan semangat kebersamaan, saling melihat, saling berbuat baik, dan saling mengasihi.

“Perbedaan itu biasa, tetapi penyatuan hati adalah sesuatu yang luar biasa. Melalui momen Natal ini, mari kita bersama membangun tanah Papua dengan kasih dan persaudaraan,” katanya.

Di akhir pernyataannya, BTM menyampaikan ucapan selamat menjalani Minggu-minggu Advent, Selamat Natal 25 Desember 2025, dan Selamat Tahun Baru 1 Januari 2026.
“Pakatian wo pakalowiren cita imbaya,” tutupnya.(ARS)