Menurutnya lagi, konsolidasi tidak hanya terbatas pada pertemuan internal.

Upaya tersebut juga mencakup penguatan struktur partai, pendataan kader, serta pemantapan program yang berpihak pada kepentingan rakyat.

Fakhiri yang juga menjabat sebagai Gubernur Papua menyebut Partai Golkar memiliki sejarah panjang dan basis massa kuat di Tanah Papua.

Selain itu, Ketua Umum DPP Partai Golkar yang berasal dari Papua menjadi motivasi tambahan bagi kader untuk bekerja lebih maksimal.

“Kita tidak boleh lengah. Pileg membutuhkan kesiapan sejak dini. Golkar harus hadir sebagai solusi bagi masyarakat, tidak hanya saat pemilu, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan kader untuk mengedepankan politik yang santun dan bermartabat serta menjaga loyalitas terhadap keputusan partai.

Soliditas internal, menurutnya, menjadi faktor penentu dalam meraih hasil optimal pada kontestasi politik mendatang.

DPD Partai Golkar Papua, lanjut Fakhiri, akan segera menyusun agenda konsolidasi terpadu yang melibatkan seluruh unsur partai, termasuk organisasi sayap dan simpatisan.

“Target kita jelas, empat kursi DPR RI dan 15 kursi DPR Papua. Ini adalah kerja bersama seluruh kader dan simpatisan Partai Golkar Papua,” pungkasnya.

Dengan langkah tersebut, Partai Golkar Papua optimistis mampu menghadapi Pileg mendatang secara lebih siap, solid, dan terorganisir. (ARS)