
Demo Damai : Sejumlah Pejabat Pemkab Jayapura bersama aparat keamanan menerima aspirasi massa aksi damai masyarakat adat Lapago–Mepago di halaman Kantor Bupati Jayapura.(Foto: ARS)
SENTANI, Klikjo.id – Ratusan masyarakat adat wilayah Lapago dan Mepago menggelar aksi unjuk rasa damai di halaman Kantor Bupati Jayapura, pada Rabu (31/12/2025).
Aksi ini menolak dugaan pernyataan bernuansa rasis yang disampaikan oknum kepala kampung di Kabupaten Jayapura belum lama ini.
Aksi tersebut juga merupakan respons atas demonstrasi sebelumnya yang dilakukan sejumlah kepala kampung di Lapangan Gunung Merah.
Masyarakat adat Lapago–Mepago menilai terdapat pernyataan bernada rasis dalam aksi tersebut, sehingga mereka merasa perlu menyuarakan sikap dan meminta pemerintah mengambil langkah tegas.
Dalam orasinya, massa mendesak Pemerintah Kabupaten Jayapura untuk bersikap tegas terhadap segala bentuk tindakan rasisme yang dinilai dapat memicu konflik serta mengganggu persatuan masyarakat di Tanah Tabi, khususnya di Kabupaten Jayapura.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kabupaten Jayapura, Yusuf Yambe Yabdi, yang menemui langsung massa aksi, menyampaikan bahwa seluruh aspirasi masyarakat akan ditampung dan diteruskan kepada Bupati Jayapura untuk ditindaklanjuti.
“Semua aspirasi yang disampaikan hari ini kami terima dan akan kami sampaikan kepada Bupati Jayapura. Jika saya berada di posisi saudara-saudara, saya juga akan merasakan hal yang sama,” ujarnya di hadapan massa.
Yusuf menegaskan, tindakan rasisme tidak boleh tumbuh dan berkembang di tanah Papua maupun di Indonesia. Ia menyebut aksi damai tersebut menjadi pengingat penting bagi semua pihak untuk terus menjaga persatuan serta saling menghormati dalam kehidupan bermasyarakat.
“Kami berterima kasih atas aksi damai ini karena telah mengingatkan kita semua bahwa rasisme tidak boleh tumbuh di tanah yang kita cintai. Pemerintah daerah akan menyiapkan langkah serta regulasi guna melindungi masyarakat agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” tegasnya.
Menjelang pergantian tahun, Yusuf juga mengajak masyarakat untuk memberikan kepercayaan kepada Bupati dan Wakil Bupati Jayapura terpilih, Yunus Wonda dan Haris R. Yocku, dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang terjadi di daerah tersebut.
Sementara itu, Ketua Wilayah Adat Lapago Provinsi Papua, Agus Rawar Kogoyo, menegaskan bahwa aksi unjuk rasa ini merupakan bentuk tuntutan keadilan atas dugaan tindakan rasisme yang terjadi di Kabupaten Jayapura.
“Unjuk rasa ini adalah hal yang wajar dalam negara demokrasi. Bupati dan Wakil Bupati dipilih untuk membangun Kabupaten Jayapura. Jangan ada oknum yang memprovokasi masyarakat dengan isu rasis,” ujarnya.
Agus juga mengimbau para ondoafi dan ondofolo di Kabupaten Jayapura agar tidak mendukung tindakan atau ucapan bernuansa rasis yang dapat merusak persatuan dan keharmonisan antarwarga.
Ia menegaskan, masyarakat adat tetap mendukung pemerintah daerah, namun meminta agar oknum yang diduga menyampaikan pernyataan rasis diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Kami telah menyampaikan beberapa poin tuntutan, salah satunya agar oknum yang memicu keresahan melalui pernyataan rasis ditindaklanjuti secara hukum. Jangan ada lagi rasisme di Kabupaten Jayapura,” tegasnya.
Agus menambahkan, jika kejadian serupa kembali terulang tanpa penanganan tegas, pihaknya tidak menutup kemungkinan akan mengambil langkah lanjutan sesuai mekanisme yang berlaku. Ia berharap pemerintah fokus pada pembangunan serta menjaga persatuan seluruh masyarakat Kabupaten Jayapura. (ARS)

Tinggalkan Balasan