Foto: Bupati Minsel Franky Donny Wongkar SH, saat bertemu calon mahasiswa penerima Beasiswa Fakultas Kedokteran UNIMA di Kantor Bupati.(Ist)
MINSEL, Klikjo.id –Bupati Minsel, Franky Donny Wongkar SH (FDW), menemui calon mahasiswa penerima Beasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Manado (UNIMA).
Berlangsung di ruang kerja Bupati Minahasa Selatan (Minsel), Kelurahan Pondang, Amurang Timur, pada Kamis (11/6/2026).
Hadir Sekda Glady Kawatu SH, M.Si, Asisten I, juga Plt Kadis Sosial Drs. Benny Lumingkewas. Plt Asisten III, sekaligus Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Arthur Donald Tumipa, M.Ed. Ada juga, Kepala BKAD Drs. James Tombokan, serta para calon mahasiswa penerima Beasiswa Fakultas Kedokteran UNIMA.
Program ini merupakan upaya pemerintah daerah dalam menyiapkan tenaga medis profesional yang nantinya akan mengabdi di Minsel.
Sementara untuk program beasiswa Fakultas Kedokteran UNIMA merupakan hasil kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Dalam hal ini, prioritas bagi putra-putri daerah yang ingin melanjutkan pendidikan di Fakultas Kedokteran.
Bupati FDW menegaskan, program ini bukan sekadar bantuan pendidikan, melainkan investasi jangka panjang untuk menjawab kebutuhan tenaga kesehatan di daerah.
Proses pendaftaran melalui sekolah asal masing-masing calon mahasiswa. Kemudian verifikasi berkas oleh Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Minsel dan Mitra. Selanjutnya ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten.
Setelah itu, melakukan penelaahan dokumen sesuai ketentuan yang berlaku sebelum mengusulkan nama calon penerima kepada Bupati untuk mendapatkan surat rekomendasi.
“Surat rekomendasi menjadi salah satu syarat penting dalam mengikuti tahapan seleksi program beasiswa,” ujar Bupati melalui Kadis Kominfo.
Standar Kelulusan Sesuai Passing Grade
Di sisi lain, Pemkab Minsel sebelumnya memberikan rekomendasi kepada 11 calon mahasiswa pada Tahap I Program Beasiswa Fakultas Kedokteran.
Namun, hingga proses seleksi berakhir, belum ada peserta yang berhasil mencapai passing grade. Karena itu, kembali membuka tahap II dengan jumlah calon mahasiswa menjadi 29 orang per 11 Juni 2026 pukul 09.00 WITA.
Selanjutnya, proses seleksi oleh UNIMA bersama Universitas Brawijaya.
Dari peserta yang mengikuti seleksi, hanya tiga calon mahasiswa yang akan memperoleh pembiayaan pendidikan dari Pemkab Minsel.
Proses seleksi dan pemberian rekomendasi berlangsung ketat dengan memperhatikan kelengkapan serta kesesuaian administrasi.
Program ini menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi kekurangan tenaga medis. Sekaligus, meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Minsel, mulai dari tingkat desa hingga kabupaten.(WEN/**)
Sumber : Diskominfo Minsel

Tinggalkan Balasan