Siap Rehabilitasi  22.379 Rumah Warga Papua


Foto:Mendagri Muhammad Tito Karnavian, meninjau sekaligus menyapa warga penerima manfaat program BSPS di Kota Jayapura.(Ist)

PAPUA, Klikjo.id —Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian, meninjau lokasi bedah rumah penerima manfaat program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

Berlangsung di Kampung Moso, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Minggu (21/6/2026).  Hadir mendampingi, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti.

Hadir Juga, Gubernur Papua Matius D. Fakhiri, Wali Kota Jayapura Abisai Rollo, serta sejumlah pejabat pemerintah pusat dan daerah.

Kunjungan ini, sekaligus meastikan dimulainya program renovasi atau bedah rumah yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Dalam hal ini,  untuk meningkatkan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah di Tanah Papua.

Tito mengungkapkan akan memperbaki sebanyak 22.379 rumah tidak layak huni di wilayah Papua Raya  melalui program BSPS. Dari jumlah, 4.500 unit berada di Provinsi Papua.

“Hari ini kita akan mulai melakukan bedah rumah sebanyak 22.379 rumah di Tanah Papua dan khusus Provinsi Papua sebanyak 4.500 rumah,” kata Tito Karnavian.

Menurutnya, program ini merupakan bentuk perhatian nyata pemerintah pusat kepada masyarakat yang masih tinggal di rumah tidak layak huni.

Karena itu, ia meminta seluruh pemerintah daerah di Papua mendukung penuh pelaksanaan program ini, sehingga masyarakat boleh merasaan manfaatnya.

Pada kesempatan itu, Toto berdialog langsung dengan warga penerima bantuan, Jems Nufri dan Sem Nota Foa. Selain itu, melihat kondisi rumah yang mengalami kerusakan pada bagian dinding, fondasi, hingga atap.

Tito menilai tingginya jumlah rumah tidak layak huni di Papua menjadi alasan penting hadirnya intervensi pemerintah pusat melalui program BSPS.

“Ini merupakan lompatan besar yang belum pernah ada sebelumnya. Karena itu saya mengajak seluruh kepala daerah untuk mendukung penuh program ini,” tegasnya.

Bersyukur Dapat Bantuan Rumah

Salah satu penerima bantuan, Sem Nota Foa, mengaku bersyukur atas perhatian pemerintah kepada masyarakat kecil di Kampung Moso.

Ia mengatakan telah lebih dari 20 tahun tinggal di kampung ini dan bekerja sebagai petani.
“Kami sangat bersyukur mendapatkan bantuan rumah untuk  keluarga,” ujarnya.

Ondofolo Besar Suku Nyawo, Dekius Sumu jua memberikan apresiasi kepada pemerintah.
Ia mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat, Pempro Papua, dan Pemkot Jayapura yang melihat langsung kondisi masyarakat di Kampung Moso.

“Kami berharap perhatian seperti ini  berlanjut sehingga masyarakat di kampung-kampung juga dapat merasakan pembangunan dan kesejahteraan,” katanya.

Program BSPS akan menjadi solusi percepatan pengurangan rumah tidak layak huni sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat Papua secara berkelanjutan. (ARS)