Siapkan SDM Unggul untuk Percepatan Pembangunan Papua
Foto: Rektor, Pastor Dr Konstantinus Bahang OFM, bersama Warek II Dr Frans Pekey M.Si memberikan keterangan, Jumat (19/6/2026).(ARS)
JAYAPURA, Klikjo.id –Universitas Katolik (UNIKA) Fajar Timur Papua resmi membuka dua program studi (Prodi) baru. Masing-masing Teknik Sipil dan Arsitektur, pada Tahun Akademik 2026/2027.
Hal ini, untuk menjawab kebutuhan pembangunan, sekaligus menyiapkan sumber daya manusia (SDM) kompeten, profesional, dan mampu bersaing di era modern.
Rektor UNIKA Fajar Timur Papua Pastor Dr Konstantinus Bahang OFM, mengatakan pembukaan program studi baru merupakan bagian dari komitmen kampus. Dalam hal ini, mendukung pembangunan daerah melalui pendidikan tinggi yang berkualitas.
“Kami ingin melahirkan lulusan yang profesional dan mampu berkontribusi nyata bagi pembangunan Papua,” katanya kepada wartawan di Jayapura, Jumat (19/6/2026).
Tujuan Prodi Teknik Sipil dan Arsitek
Dia menambahkn, Program Studi Teknik Sipil akan membekali mahasiswa dengan kemampuan perencanaan, desain, hingga pengelolaan proyek konstruksi.
Di sana, Mahasiswa akan mempelajari pembangunan sistem air bersih, jalan, jembatan, gedung, analisis struktur, geoteknik. Bahkan, manajemen proyek konstruksi. pengelolaan lingkungan berbasis pembangunan berkelanjutan.
Menurutnya, kebutuhan tenaga ahli konstruksi dan infrastruktur di Papua semakin meningkat seiring percepatan pembangunan oleh pemerintah.
Karena itu, lulusan Teknik Sipil memiliki peluang karier yang luas, mulai dari konsultan teknik, kontraktor. Juga, pengusaha konstruksi, pendamping pembangunan desa hingga aparatur sipil negara (ASN).
Sementara itu, Prodi Arsitektur berfokus pada pengembangan desain berbasis budaya lokal Papua.
Kurikulumnya mencakup desain bangunan tropis, perencanaan kawasan, visualisasi desain, hingga inovasi arsitektur sesuai karakteristik wilayah Papua.
“Lulusan Arsitektur memiliki prospek profesional, konsultan perencana, desainer interior, pengembang properti, pendamping pembangunan masyarakat maupun ASN,” ujarnya.
Ia menjelaskan kehadiran UNIKA Fajar Timur Papua merupakan jawaban atas kerinduan panjang umat Katolik di Papua untuk memiliki universitas sendiri.
Gagasan pendirian universitas sejak Sinode Keuskupan Jayapura 2006 dan saat ini sudah terwujud.
Menurutnya lagi, UNIKA Fajar Timur akan menjadi basis intelektual. Nantinya, melahirkan generasi Papua yang memiliki kapasitas, otoritas, dan kredibilitas dalam mendukung pembangunan daerah.
“Universitas ini hadir untuk melayani masyarakat Papua dan membangun kualitas SDM yang mampu menjawab tantangan masa depan,” katanya.
Berbasis Papua dan Nilai Kemanusiaan
UNIKA Fajar Timur memiliki karakteristik berbeda dengan perguruan tinggi Katolik lainnya di Indonesia.
Di mana, kurikulum kampus mengintegrasikan nilai Katolik, budaya Papua, ilmu pengetahuan modern, ekologi, hak asasi manusia, dan kebutuhan pembangunan daerah.
Setiap mahasiswa juga akan memperoleh materi pembelajaran kontekstual seperti filsafat logika, etnografi Papua, ilmu lingkungan, serta hak asasi manusia.
Sementara itu, Wakil Rektor II Dr Frans Pekey M.Si menegaskan pendekatan ini penting agar lulusan memahami realitas sosial dan budaya masyarakat Papua.
“Pengetahuan ini sangat relevan dengan kondisi Papua sehingga mahasiswa memiliki pemahaman trhadap masyarakat dan lingkungannya,” ujar Frans.
Tiga Fakultas dan Program Campus Ministry
Pada tahap awal operasional, membuka tiga fakultas utama, Teologi menaungi Prodi Teologi dan Magister (S2) Teologi Pastoral. Kedua, Fakultas Sains dan Teknologi membawahi Prodi Farmasi, Teknik Sipil, dan Arsitektur. Ketiga, Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang membuka Prodi Akuntansi.
Selain itu, kampus juga akan mengembangkan program Campus Ministry sebagai sarana pembentukan karakter. Selnjutnya, penguatan spiritualitas, dan pendampingan mahasiswa selama masa studi.
Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru Sampai 7 Juli
Di sisi lain, kampus UNIKA Fajar Timur Papua akan beroperasi di gedung SMA Katada sambil menunggu pembangunan kampus permanen. Dan Penerimaan mahasiswa baru gelombang kedua berlagsung hingga 7 Juli 2026.
Tahun akademik perdana mulai pada 8 Agustus 2026. Untuk biaya pendidikan, kampus menetapkan pendaftaran Rp200 ribu.
Sementara biaya kuliah berkisar Rp3 juta hingga Rp5 juta per semester untuk program studi umum.
“Kami ingin menghadirkan pendidikan tinggi yang berkualitas bagi masyarakat Papua,” kata Frans.
Dengan hadirnya Prodi baru, UNIKA Fajar Timur Papua optimistis menjadi pusat pendidikan tinggi Papua yang unggul, inovatif, dan berdaya saing.
Selain itu, menjadi pusat penelitian dan kajian strategis yang menghasilkan rekomendasi bagi pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan. Dalam hal ini, mendukung pembangunan Papua yang berkelanjutan.
Melalui penguatan pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat, UNIKA Fajar Timur Papua menjadi motor lahirnya SDM Papua. Nantinya, jebolan siap membangun daerah, menjaga lingkungan, serta membawa perubahan positif bagi masa depan Tanah Papua.(ARS)

Tinggalkan Balasan